Renovasi Pasar Legi tanpa membunuh

Di bawah dinas pasar bernama Kabupaten Parimpuna, pasar warisan Mangkunegara I ini segera disolek. Tahun 1936 dibikin pasar permanen tersusun dari tembok berwarna putih, jika ditengok dari samping mirip sebuah benteng. Tak mandeg di situ, pertokoan berjajar di muka pasar semula berbahan kayu diganti bahan beton. Lantas, tinggi rendah dan luas bangunan disamakan. Semua itu ditata dalam bentuk toko sejajar mengelilingi pasar agar sedap dipandang bola mata.

Selokan pembuangan air juga diperbaharui. Semula halaman yang mengelilingi pasar terbuat dari aspal yang ganas diganti lantai beton. Kenyamanan pengunjung dipikirkan pula oleh petinggi praja, yakni tempat mangkal atau parkir gerobak ditata dan dipindah di belakang pasar dan ditutupi pagar. Penguasa tidak semena-mena menggusur wong cilik. Pemilik pedati yang mencari peruntungan dengan menyewakan armadanya ke pedagang ini harus direken. Pasar diramaikan pula oleh pemilik warung yang menjajakan makanan. Boleh dikatakan renovasi modern ini tidak membunuh atau menceraiberaikan ekosistem pasar yang telah terbangun selama satu setengah abad lebih.

Ini tulisan dari Hari Priyatmoko di Solopos per tanggal 31 Oktober 2018. Tulisan ini memotret kisah historis dari keramaian Pasar Legi yang mengalami kebakaran pada 29 Oktober 2018. Kemarin saya lihat, tentu, setelah sekian bulan Pasar Legi kembali aktif ke posisinya semula: menjadi juru selamat para bakul, pedagang, makelar, distributor, supir, dan masyarakat pada umumnya.

Advertisements

Welas asih terhadap sesama, jangan hedon

Secara alamiah, pada umumnya, manusia pun menyadari akan peringatan Mahatma Gandhi, “tersedia cukup di dunia ini segala hal bagi kebutuhan manusia, tetapi tidak akan cukup bagi keserakahan manusia.”

Jadi secara prinsip, tidak dapat dipungkiri, ada sebagian manusia yang (benar-benar) hedonis, di antara manusia yang pada umumnya mampu mengendalikan nafsu hedonistiknya.

Dalam keseimbangan dan keharmonisan hidup segenap umat manusia, perilaku hedonis jelaslah bukan perilaku mulia. Perilaku ini hanya mengedepankan ego diri. Dia tak mempedulikan kepentingan atau nasib orang lain. Dia mengabaikan soal kebutuhan versus kerakusan. Dia akan mengabaikan moralitas sebagai manusia yang beretika, yang welas asih kepada sesama.

Ini dari tulisan Pongki Pamungkas di rubrik Motivasi Solopos berjudul “Perihal Hedonis”, terbit pada 9 September 2018 lalu.

Superheroes CAT CPNS

“Iya, hanya kurang satu poin saja. Memang tesnya cukup sulit. Selama 1,5 jam itu mengerjakan 100 soal pilihan ganda, ada soal logika bahasa, matematika, yang susah wawasan kebangsaan. Ya, walaupun gagal, saya sudah plong. Anggap saja pengalaman,” ujar pelamar lowongan perawat di Pemkab Sragen itu saat berbincang dengan Solopos.com seusai CAT. [link]

[ … ]

Dwi juga mengakui sebenarnya soal TIU, TKP maupun TWK berjumlah 100 yang harus dikerjakan, tak terlalu sulit. Hanya saja, untuk TKP dan TIU yang soalnya panjang-panjang, menyita banyak waktu untuk membaca sehingga menguras konsentrasi.

“Soal TKP itu panjang-panjang jadi waktunya banyak tersita untuk membaca. Tapi ya sudah lah,” ujarnya legawa.

Senada, Atik Pramitasari (28) peserta asal Manyarejo, Plupuh yang keluar di sesi yang sama, mengaku juga tak lulus. Nilainya di bawah ambang batas minimal atau passing grade. [link]

Kemarin saya juga mengantar teman tes CAT di GOR Diponegoro, Sragen.

Teman saya ini, begitu tekun belajar sebelum tes diadakan, walau hasil berkata lain: nyaris lolos. Ada ambang batas nilai yang gagal ia penuhi meski secara kumulatif nilainya tinggi. Saya tidak tahu betul mengenai ini, tapi memang ia lemah di matematika. Sepanjang mengamati hasilnya yang real time bisa disaksikan dalam layar monitor, lagu milik The Script – “Superheroes” berdengung di kepala terutama di bagian: “When you’ve been fighting for it all your life. You’ve been struggling to make things right. That’s how a superhero learns to fly” dan tentunya, “A heart of steel starts to grow”.

Yang jelas, sebelum teman saya ini masuk dalam ruang ujian, peserta ujian sebelumnya yang berjumlah 450 orang hanya meloloskan tidak lebih dari lima orang.


Biasanya kalau hidup sedang tidak bersahabat, saya selalu mengulangi kalimat ini: “Mana yang akan di jalani. Arah mana yang akan di tuju. Pilihan salah, terkadang membawa kita ke arah yang benar. Pilihan yang benar, membuka jalan menuju pengalaman. Saat di hadapan pilihan. Pilih untuk menjalani.”

Pasar musik kota Solo

Ika Yuniati, wartawan Solopos melaporkan,

Tingginya antusiasme penonton terhadap panggung musik berbanding lurus dengan perkembangan band indie dan kelompok eksperimen di Solo. Gitaris band Roxx, yang sukses mengembangkan kariernya di Jakarta, DD Crow, mengakui hal itu. Menurutnya banyak potensi terpendam dari para musikus muda Solo. “Jika dibandingkan dengan kota lain sebenarnya banyak musikus muda potensial di Solo ini. Karyanya bagus-bagus, hebat-hebat.” ungkapnya.

Drummer Depresi Mayor, Dhany Faizal urun berkomentar, mengatakan apresiasi pendengar Solo terhadap musik indie cukup tinggi. Dukungan terhadap band lokal maupun luar kota juga cukup baik sehingga agenda musik di Solo selalu ramai. Band indie juga tumbuh subur seiring dengan maraknya promosi via sosial. 

E-transaksi di Pasar Klewer Solo

Penerapan transaksi elektronik di Pasar Klewer, Solo. Berdasarkan laporan yang ditulis Solopos.

:: Pemerintah Kota Solo menggandeng Bank Tabungan Negara [BTN] untuk penerapan e-transaksi.

:: E-transaksi di Pasar Klewer Solo merupakan bagian dari pengembangan program e-retribusi.

:: Aplikasi Quick Respons Payment [QRP] merupakan aplikasi yang bisa dioperasikan di ponsel untuk memudahkan pembayaran dengan cara memindai kode QR atau barcode pada barang dagangan. Saldo nasabah atau pembeli secara otomatis akan terpotong setelah memindai barcode pada barang dagangan yang dibeli.

:: Penerapan e-transaksi bertujuan mengurangi peredaran uang tunai di Pasae Klewer, Solo. Perputaran uang di Pasar Klewer diperkirakan mencapai Rp. 5 miliar per hari.

:: Sosialisasi penerapan e-transaksi dimulai pada bulan september lalu.

:: Aplikasi Quick Respons Payment [QRP] merupakan aplikasi yang bisa dioperasikan di ponsel untuk memudahkan pembayaran dengan cara memindai kode QR atau barcode pada barang dagangan. Saldo nasabah atau pembeli secara otomatis akan terpotong setelah memindai barcode pada barang dagangan yang dibeli.

:: Penerapan e-transaksi bertujuan mengurangi peredaran uang tunai di Pasar Klewer, Solo. Perputaran uang di Pasar Klewer diperkirakan mencapai Rp. 5 miliar per hari.

:: Sosialisasi penerapan e-transaksi dimulai pada bulan september lalu.

Branch Manager BTN Solo, Dwihatmo Arisumasto, menjelaskan aplikasi QRP merupakan aplikasi yang bisa dioperasikan di ponsel untuk memudahkan pembayaran dengan cara memindai kode QR atau barcode pada barang dagangan. Saldo nasabah atau pembeli secara otomatis akan terpotong setelah memindai barcode pada barang dagangan yang akam dibeli. Jika pembeli tidak memiliki aplikasi QRP, bisa memakai QRP milik pedagang. Pedagang akan memindai kartu ATM milik pembeli, kemudian menuliskan nilai transaksinya dan otomatis uang masuk ke rekening penjual.

Pembangunan Infrastruktur dan Proyek Padat Karya Joko Widodo

Suwarmin: “Memasuki 2016 semakin jelas kembangan jurus jitu Presiden Joko Widodo. Setidaknya Joko Widodo mempunyai dua jurus andalan untuk menjalankan Rosa pemerintahannya. Pertama, pembangunan infrastruktur. Kedua, pendirian pabrik-pabrik Bari berbasis padat karya.”

“Memang tidak salah Joko Widodo mengembangkan dua jurus andalan tersebut. Di luar tujuan-tujuan pengembangan ekonomi masyarakat, proyek infrastruktur akan menjadi ‘penanda kerja’ seorang pemimpin eksekutif.”

“Industrial semacam ini mempunyai dampak langsung kepada masyarakat karena menampung puluhan ribu tenaga kerja. Bagi daerah seperti Sukoharjo dan Wonogiri, industri semacam ini bukan hanya memberi lapangan kerja, namun mencegah angkatan kerja meninggalkan daerah.”

“Seperti biasa selalu ada dampak sosial kemunculan pabrik-pabrik. Apalagi pemerintah sepertinya masih belum tuntas dalam menyusun model pengupahan yang sama-sama diterima semua pihak.”

Suwarmin, jurnalis Solopos.

Harry Xiao, “Daun tua harus gugur agar daun muda terus tumbuh”

Harry Xiao: “Seorang pemimpin harus rela turun tahta, menyerahkan kepemimpinan kepada penerusnya demi kelangsungan roda organisasi. Bahkan dia harus berpikir sejak awal tentang kaderisasi dan kondisi organisasi ketika sudah tidak lagi memimpin. Seorang pemimpin akan mempersiapkan pemimpin lainnya yang bahkan lebih hebat daripada dirinya.”

“Seorang pemimpin sejati akan selalu dirasakan kehadirannya, walaupun secara fisik ia tidak berada bersama orang yang dipimpinnya. Nilai-nilai, keteladanan, dan pembelajaran yang dia bagikan akan tumbuh dan hidup di dalam diri setiap orang yang dipimpinnya. Betapa eloknya seorang pebisnis atau direktur perusahaan mengatakan, ‘Perusahaan ini tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada saya. Karena setiap orang mengerti akan tanggung jawabnya, dan mereka mampu bekerja dengan sangat baik tanpa kehadiran saya.‘Daun tua harus gugur agar daun muda terus tumbuh.”