Iklan yang itu-itu saja

Dua minggu lalu, saya mengunduh — lantas menginstall aplikasi IQ Option di laptop. Dan sampai detik ini, ketika membaca artikel di media online, iklan forex, trading, dan semacamnya selalu muncul. Menjemukan. Kejadian serupa pernah terjadi ketika saya membeli sesuatu di Bukalapak. Iklan barang yang saya beli itu, muncul di mana-mana karena mayoritas iklan di internet dikuasai Google Adsense. Pelajaran pentingnya adalah, gunakan browser yang tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga, pengiklan. Duck Duck Go, bisa dijadikan solusi.

Saya bukan anti iklan, mereka yang mengompensasi media online besar favorit sehingga bisa dinikmati gratis. Hanya jemu melihat iklan yang itu-itu mulu saat membuka halaman web.

AZBS menyebut ini karena ‘cookie‘ di browser merekam data belanja online maupun pencarian barang online dalam tag-tag tertentu.

Advertisements

Apresiasi

Sembari membuka-buka buku, Luna bercerita yang ringan-ringan saja. Tentang dosen pembimbing skripsi yang dikatakannya kolot dan tidak mau menerima masukan. Padahal jelas tugasnya adalah membimbing, bukannya menunjukkan jalan. Tentang masa-masa KKN dan magangnya yang telah berlalu. Ia menceritakannya dengan penuh romansa sekali, seakan ingin mengulanginya kembali. Tentu lebih kepada, Luna yang gamang menerka hari-harinya saat studinya usai, menerima toga, menerima bunga dari Junot, mendapat gelar di belakang namanya dan menyenangkan orangtuanya, setelah itu lantas berhadapan dengan dunia nyata yang tak kenal belas kasihan. Saat ia bercerita tentang perjuangan guru-guru di pulau-pulau terpencil selama bertahun-tahun, dan masih bertahan dengan status honorer saja, ada raut wajah ketakutan di wajahnya. Bertahun-tahun hidup sebagai tenaga honorer dengan uang yang pas-pasan.

Junot ingat betul hari itu, awal-awal kenapa Luna memilih ‘PGSD’ – pendidikan guru sekolah dasar – sebagai studinya. Ia ingin jadi guru, berdekatan dengan anak-anak adalah hal yang membuat wajahnya berseri-seri. “Setelah lulus dari sini aku akan mengajari anak-anak supaya cerdas. Jadi guru yang seru juga cantik. Dua tahun, aku akan beli Alphard.”

“Berapa gaji guru memangnya setelah dua tahun mengajar mampu membeli Alphard?”

Luna terperanjat, “Ya, berandai-andai kan boleh.”

Masa-masa itu tiga tahun berlalu. Kali ini hanya tersisa gamang saja, akan masa depan itu. Mahasiswa, khususnya di masa-masa awal, adalah anak muda dengan semangat berlebih untuk meraih masa depan yang gilang gemilang itu. Menjadi terdidik. Realita adalah pukulan keras yang menampar tepat di wajah. Apalagi, membaca statistik pengangguran terdidik di negeri ini yang angkanya meninggi.

“Luna!” Junot memberhentikan Luna saat ia ingin masuk ke rumahnya sepulang dari perpustakaan.

“Ha?”

“Semangat! Lulus cumlaude, ya.”

Ini sesuatu yang baru, tentu saja, berkontribusi di LPM Apresiasi, pers mahasiswa. Di atas adalah cerpen yang saya kirimkan, saya mencoba membuatnya lucu dan ada ‘isinya’. Pikiran kalut saja sebagai mahasiswa. Baca cerpen, ‘Junot dan Luna’ klik di sini.

Sumpah Membaca

Tidak banyak buku yang saya baca tahun 2017 kemarin. Mungkin tidak lebih dari lima belas buku. Akan lebih dari dua puluh buku bila dihitung beberapa buku elektronik yang tersedia di Wattpad. Namun saya lebih suka menyebut cerita-cerita di Wattpad, meskipun sepanjang sebuah buku, bukan buku.

Maka tak ayal, ketika membaca apa-apa yang orang lain baca pada 2017, termasuk buku yang dibaca Xi Jinping di posting blog kemarin, saya merasa saya harus membaca lebih banyak buku lagi.

Internet, sebagaimana jutaan manusia lain tahu, menyediakan sumber bacaan yang tidak akan habis. Meski tidak semua bacaan tersebut mengandung esensi yang berguna bagi pembacanya, tapi setidaknya kita bisa memilih. Masalah distraksi yang internet hadirkan, adalah hal umum. Situs web Rollingstone tidak hanya menyajikan berita dan esai-esai tentang musik, namun juga politik, lingkungan hidup, bahkan game.

Jika artikel di internet yang saya baca dibukukan, mungkin jumlah buku yang saya baca lebih dari tigapuluh buku. Mungkin. Tapi tentu ada perbedaan membaca artikel di internet, yang umumnya pendek-pendek, dengan sebuah buku. Buku lebih berat kadarnya. Otak kita bekerja lebih keras untuk menyerap ilmu dalam sebuah buku.

Blog ini, menjadi catatan bagi artikel internet dan mungkin kutipan buku selama tahun 2018 nanti. Tentunya, tak semua artikel yang saya baca ditulis ulang di sini. Saya hanya memilih dan memilahnya, berusaha untuk ada postingan baru tiap harinya. Dan saya akan bersumpah, untuk membaca lebih banyak buku tahun ini.

Jai Guru Deva Om

Selamat datang 2018. Semoga terisi dengan hal-hal yang menarik, membahagiakan, dan menjadi tahun dengan banyak hal untuk dikenang. 2017 adalah tahun kehilangan. Saya mengiringi perjalanan tepat satu kali revolusi bumi di keramaian, seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini lebih bahagia tentunya. “Across the Universe” dari The Beatles menjadi lagu pertama yang diputar tahun ini. Nothing’s gonna change my world. Nothing’s gonna change my world. Nothing’s gonna change my world. Nothing’s gonna change my world.

On Progress: makalah sister city kota Banda Aceh – Samarkand

Kota Banda Aceh – Samarkand telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang sister city pada 2011. Artinya penerapan kerjasama antara dua kota ini telah sampai pada level yang serius. Terdapat harapan munculnya integrasi antara Banda Aceh – Samarkand. Dalam hal ini, tentu perlu penelitian serius sampai level mana efektifitas penerapan kerjasama sister city yang telah terjalin. Seberapa penting urgensi dan strategisnya implementasi kerja sama sister city, apakah sampai pada cakupan kerjasama ekonomi – perdagangan, edukasi, pariwisata, atau bahkan sampai pada terwujudnya masyarakat yang terintegrasi. Mengingat sister city ini subjeknya adalah daerah di suatu negara dalam lingkungan internasional, bukan lagi kerjasama antarnegara seperti pada umumnya.

Itu dari makalah yang saat ini sedang saya kerjakan, tentang efektifitas kerjasama sister city antara kota Banda Aceh dengan Samarkand, di Uzbekistan. Saya mengenal sister city sejak semester dua lalu, namun baru pertama kali ini mendalami secara detail. Ternyata, pembahasan mengenai sister city ini menarik. Banyak sumber referensi yang mendukung dalam penulisan makalah ini, yang entah kenapa mudah ditemukan melalui kepustakaan internet, salah satunya penelitian yang dilakukan Eka Triyani A., “Efektifitas Kerjasama Sister City Kota Semarang (Indonesia) dengan Brisbane (Australia), 2002 – 2007. Juga penelitian oleh Renata Edazar Y., “Urgensi Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Kerjasama Sister City di Indonesia” yang ditulis pada 2014. Bacaan menarik lain adalah hasil riset Istiq Farah Lyndi dari Universitas Syiah Kuala, Brunei Darussalam, dengan judul, “City Partnership (Sister City) between Banda Aceh (The Republic of Indonesia) and Samarkand (The Republic of Uzbekistan) on Trade and Industry in Banda Aceh”.

 

Puisi yang harus diberi tempat khusus di blog ini

Seorang sahabat yang saya hargai dengan baik, pernah menulis puisi, yang menurut saya, sangat menyentuh. Puisi itu berjudul singkat saja: “Aku”. Mungkin tidak sefenomenal yang ditulis oleh Chairil Anwar. Tapi puisi satu ini, harus diberi tempat khusus – setidaknya – di blog ini. Satu yang mungkin dia tidak tahu, puisi itu pernah saya tulis ulang, lalu tanpa sepengetahuan ia, saya upload di facebook [yang akunnya telah saya non-aktifkan]. Bercerita tentang dirinya yang rela menjadi apa saja agar dicintai orang yang dicintainya, berikut versi utuh puisi tersebut.

aku adalah awan – tapi kamu mengikuti hujan.
aku menjadi hujan – tapi kamu mengikuti angin.
aku tetap menjadi awan di langit,
tapi kamu mengikuti angin dan menghilang.

aku bukan lagu yang kau nyanyikan,
aku adalah lagu yang mudah tergantikan.

kau punya lagu yang selalu kau nyanyikan.

So much fun to learn west europe study

Currently on progress writing another paper in subject west europe culture and politic, France become my focuse now. They had very long history in politic and are main inspiration of modern democracy. When British out of European Union, with Germany, France is the main role in organization regime. I also found how they really hate [in my word] to anything relate monarch system and religion, based on their history. So much fun to learn this subject. Hope to get there soon.