Bayar SPP telat, kena denda

Tidak tahu di Universitas lain bila telat bayar SPP dan SKS seperti apa. Baru-baru ini, kampus saya menerapkan kebijakan baru; telat SPP sebulan dikenakan denda 5% dari total yang dibayarkan; telat dua bulan denda 10%; telat 3 bulan denda 15%; telat 4 atau lebih, resiko tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester itu.

Kemarin, ada demonstrasi di kampus. Pasti anak-anak DEM yang mengadakan kalau ini. Tidak tahu apakah ini akan mengubah keputusan atau tidak. Tapi saya, yang ternyata SPP-nya juga telat, langsung bayar kemarin juga. Metodenya pun berubah, dulu setor atau kirim ke BNI Slamet Riyadi Surakarta. Sekarang diberi Virtual Account masing-masing.

Saya juga banyak tidak setujunya sih. Karena yang telat bayar, mayoritas kan pasti keuangannya sulit. Ini malah ditambahi beban.

Pas tanya ke mahasiswa di universitas lain, ternyata kampus mereka telah menerapkan aturan yang sama. Telat bayar kena denda. Ada dua hal sih; pertama, saya harus cepat mengebut skripsi. Dan kedua, jangan main-main soal pembayaran SPP kampus.

Oh ya, catatannya: kampus saya swasta.

Advertisements

Belajar mengontrol emosi dengan betting online

Kalau pembaca masih ingat. Saya pernah beberapa kali pos di sini tentang olahraga favorit saya: sepakbola. Nah, rentang waktu itu, saya sedang giat-giatnya cari berita bola, analisis detail, agar keputusan betting saya benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Ya, saya betting online.

Alasannya satu, sebelum investasi banyak uang di saham, saya harus belajar mengontrol emosi. Pasar penuh ketidakpastian. Sepakbola juga begitu. Kan bola bundar.

Saya lalu mengalokasikan sejumlah dana untuk masuk ke rekening betting. Tak banyak, sekitar 15% untuk bet beberapa kali. Beberapa pertandingan berjalan sesuai rencana. Di awal saya banyak menangnya, lalu ambil risk lebih dengan pasang bet di liga antah berantah. Saya jadi greedy.

Waktu Jepang kalah dari Qatar di final Piala Asia, itu di luar ekspetasi. Ingat: bola itu bundar.

Sisi lainnya, di awal, saya menang besar. Itu di piala FA. AFC Wimbledon mengalahkan West Ham United 4 – 2. Kalau dalam persen, kemenangannya hampir 96% dari nilai bet. Mungkin ini penyebabnya saya jadi greedy. Rakus. Karena merasa menang lalu tidak memedulikan money management.

Sampai akhirnya saya kalah, dan dana untuk betting, yang 15% itu sudah menipis, saya berhenti. Sampai sekarang. Tapi ada yang saya pelajari. Pertama, jangan jadi rakus – pakai nalar. Manchester City sekarang lagi naik daun, sulit dia akan kalah karena harus jaga tren kemenangan agar kuat tetap di kasta tertinggi Premier League. Kedua, kontrol emosi. Terutama di laga yang model bet-nya adalah 1X45. Saya menunggu agar siapa saja mencetak gol dan tidak kebobolan. Biasanya, saya pasang di tim home dan away. Dan kebanyakan hasilnya di babak pertama, imbang! Kalah besar.

Ketiga, saya tidak mengejar kekalahan. Padahal kalau mau ya. Bisa saya deposit lagi untuk betting. Tapi, saya nampaknya paham money management dan petuah mujarab dalam betting online: “Never Chase Your Losses”. Agar kalahnya tidak makin dalam.

Tapi, apapun ya, proses mengontrol emosi saya cukup berhasil. Saya gak terlalu mikirin pas bet saya ternyata kalah. Dan tidak terlampau meledak saat menyaksikan peluang mencetak gol yang kandas. Biasa.

Apakah di saham juga seperti itu nantinya? Ya tidak tahu, ya.

Bisa baca Kontan, dapat analisis saham harian, dan cerita

Ada hal baru yang bisa saya lakukan tiap hari senin sampai jumat semenjak punya rekening saham: baca koran Kontan!

Tiap hari, versi PDF-nya selalu dikirim lewat WhatsApp di grup SPM yang kemarin ikuti. Lewat grup WA itu pula, tiap paginya, pihak Sinarmas Sekuritas memberi analisis hariannya. Entah itu buy, hold, atau sell. Tentu ada disclaimer-nya: semua keputusan balik lagi ke masing-masing individu.

Saya, biasanya sekilas baca analisis yang disediakan. Pertama, kurang mengerti. Kedua, setelah baca ‘The Intelligent Investor’-nya Benjamin Graham yang berpedoman pegang saham selama mungkin, membuat saya jadi khawatir trading harian. Ketiga, perlu banyak ilmu untuk trading harian, dan saya belum memilikinya.

Pedoman saya untuk investasi saham, hanya satu: beli saham perusahaan yang kamu suka dan paham bisnisnya. Saya baca laporan keuangan XL Axiata (EXCL), BNI (BBNI), BRI (BBRI), dan Multi Bintang Indonesia (MLBI).

Dari empat itu, yang saya pikir oke, adalah Multi Bintang Indonesia. Analisis sederhananya, saya sering jumpa produk dari MLBI di lingkup pertemanan. Walau hari-hari lalu, saya baca artikel, Komisaris-nya MLBI pasrah pendapatan usahanya turun 50%. Saya yakin sih, kalau produk MLBI akan jadi lifestyle ke depannya. Apalagi dengan varian bir nol alkohol.

Saya masih harus belajar banyak untuk memahami analisis seperti ini.

JSMR : BUY

JSMR mencoba breakout resistance trendline 5.150, jika berhasil break terbuka berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji resistance 5.275. Namun, jika JSMR gagal breakout di atas resistance 5.150 terbuka peluang mencoba support 5.000 dan 4.930. JSMR dilihat dari indikator MACD mengindikasikan pola downtrend dan Stoc OSC mengindikasikan pola uptrend. Pola Candle Chart membentuk pola White Spinning Top.

Last Price: 5.100 | Target Price: 5.257 | Entry Point: 5.100 | Stop Loss: 4.930

Atau, saya sudah paham tapi belum berani trading. Mungkin saya harus baca buku-buku tentang trading saham. Agar memiliki bekal. Atau baca-baca blog trading saham. Internet menyediakan begitu banyak informasi terkait hal ini sebetulnya. Saya hanya kurang pede.

BTW, dulu saya pernah habis gara-gara Forex. Itu menyebabkan saya gagal magang di KBRI China karena dana-nya saya gunakan untuk trading Forex lima menit. Bukan karena trading Forex-nya sih. Karena saya yang kurang memahami. Kurang literasi. Jadi, untuk kali ini, di saham, saya harus benar-benar serius memahami.

 

Galaxy A6, serupiah tapi

Sedang terpikat dengan paket bundling Samsung Galaxy A6 dari XL Prioritas. Sudah tanya ke CS-nya soal skema pembelian, harga, spesifikasi, dan lain-lain. Jadi, skema-nya, bayar Rp. 150.000 selama 24 bulan – bisa cicil atau bayar penuh – untuk mendapatkan handphonenya. Kalau ditotal, maka, ada di kisaran Rp. 3.600.000. Dapat kuota 5GB perbulannya, unlimited telpon dan SMS on net dan unlimited chat via aplikasi. Oke sih. Karena saya juga pelanggannya XL Prioritas, bayarnya Rp. 120.000-an perbulan. Nambah Rp. 30.000 dapat Samsung Galaxy A6. Tapi ini, nyicil. Duh, anak muda gak oleh cicilan.

Dapat pengalaman buruk di Ebay, pindah ke marketplace China

Yingyu Yang, peneliti dari University of California at Davis, dalam papernya berjudul “Free Shipping and Repeat Buying on the Internet: Theory and Evidence” (2005) mengungkap bahwa ongkir gratis merupakan strategi pemasaran paling efektif bagi dunia belanja online.

Pada aktivitas belanja online, harga barang yang tinggi bukanlah perkara yang merisaukan seperti belanja di tempat konvensional. Harga barang yang tinggi justru akan mendorong pedagang memberi kebijakan gratis ongkir lalu mempengaruhi sisi psikologis pembeli. Namun, di luar itu, kemampuan Cina menciptakan rantai logistik yang efisien jadi pelajaran bagi negara seperti Indonesia, belajar bagaimana Cina bisa melakukannya.

Di atas, kutipan artikel dari reporter Tirto, Ahmad Zaenudin, “Rahasia Barang Murah Cina dengan Ongkir Gratis via Belanja Online“. Per 23 Januari lalu, saya beli laptop bekas via Ebay. Estimasi kirimnya ada di tanggal 4 – 8 Februari 2019. Ini tanggal 06, dan saya belum dapat nomor tracking pesanannya. Yang jual dari Kanada. Bukan saya komplain lagi, saya ‘open case’ di Ebay, minta refund dana saja. Seller diberi waktu tiga hari kerja oleh Ebay untuk bertindak. Kalau tidak Ebay ambil alih.

Ini bad experience yang bikin saya ogah beli lagi di Ebay. Baca artikel tadi, kayaknya lebih menarik beli di marketplace asal China. Tentu gara-gara ongkir. Di Ebay, barang yang saya ‘open case’ tadi, ongkirnya sekitaran 500-ribuan.

Tak bagus di excel akhirnya mencatat sesuatu tak penting

Ini tulisan tipikal curhat. Saya peringatkan dulu.

Siska, teman studi saya, seminar proposal hari ini. Bidang yang ia teliti, masih terhitung topik yang hangat. Topik yang berhubungan dengan infrastruktur — wabil khusus Kereta Cepat, LRT, MRT, dsb — di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Seminggu lalu, saya bilang ke dia kalau topiknya masih terlalu luas. Kenapa tidak kereta saja atau LRT saja, atau dibatasi dengan pembatasan wilayah, misalnya. Hari ini, pendadarannya, cukup menegangkan.

Baik. Topik lain.

Saya mungkin telat sadar kalau selama ini jarang menyentuh Libre Office Calc — kalau di Windows: Microsoft Excel. Buruk sekali ternyata pengolahan data saya menggunakan aplikasi satu ini. Rumus. Angka. Short-cut. Harus banyak belajar lagi dari internet. Saya akan butuh pengolahan data di Libre Office Calc ini untuk, me-review reksadana dan saham perbulannya.

Mmm. Menyoal skripsi, yang belum sama sekali tersentuh, nampaknya masih akan seperti itu karena belum menemukan topik yang betul-betul menarik. Atau saya yang malas saja? Lebih dari itu, saya tidak ada sama sekali rasa yang terlalu gimana melihat teman-teman lain sudah seminar proposal dan menulis skripsi. Cemburu? Tidak. Tersaingi? Tidak juga.

Saya sedang tertarik dengan dunia lain.

Apalagi ya. Hari ini, saya juga menjual reksadana Sucorinvest Maxi Fund. Jadi, saya hanya punya satu reksadana saja: Simas Saham Unggulan. Dana-nya, digunakan untuk ‘belajar’ hal lain. Instrumen lain. Mengambil resiko sedikit lebih besar. Tadinya mau saya jual semuanya. Mengingat itu ‘safety net’ saya sendiri jadi ya, ditahan saja sampai Presiden selanjutnya lengser.

Belakangan, saya menggunakan sepakbola untuk analisis resiko ala-ala. Beberapa pertandingan yang akan saya pantau hari ini, esok, dan lusa adalah; Istanbul Basaksehir VS Kasimpasa; Iran VS Japan; Barnet VS Brentford; Newcastle United VS Manchester City; Manchester United VS Burnley. Tim yang saya jagokan di-bold.

Mmm. Cukup dulu, sepertinya. Yuk mari.

Never risk going into debt you can’t handle

We play with big money and know what we are doing. If someone at the table stakes themselves and places a bet that they can’t afford to lose, I have no pity. This is not a game for fun, this is a game for profit, and any good businessman knows you should never risk going into debt you can’t handle. The reward should always outweigh the risk, and no reward in gambling outweighs getting beaten by a bookie or losing your house on the roll of a dice.

Read the post fully here.

Sampainya debit Jenius

Kurir pengantarnya dari Ninja Express. Saya COD di Indomaret dengan si kurir. Alamat yang saya tulis, salah. Sebagai permintaan maaf, saya belikan ia sekaleng Fayrouz. Kami saling berterimakasih. Kalau saya melakukan verifikasi Jenius di tanggal 18 Januari – hari Jumat, maka, kartu debit Jenius sampai di rumah dalam 4 hari kerja. Lokasi saya di Semarang. Cepat atau lambat, relatif. Tergantung menunggu atau tidak. Saya? tidak terlalu menunggu. Jadi sarannya, jangan ditunggu. Saya bilang juga ke si kurir Ninja Express kalau mungkin BTPN Jenius akan mengirimkan satu kartu lagi, yaitu kartu X-Card. Saya akan menggunakan X-Card ini lebih ke pembayaran online saja. Supaya kartu debit utamanya ringan tugasnya.

Update: 28 Januari 2019

X-Card juga sudah sampai. Butuh dua hari kerja karena Sabtu dan Minggu tidak dihitung. X-Card-nya warna hijau. Kurir Ninja Express yang sama mengantar sampai ke rumah, tidak COD di Indomaret lagi. Kartu ini, saya proyeksikan sebagai kartu pengelana. Ke Ebay, ke Aliexpress, ke Amazon, ke Flipkart, ke mana ke mana. Saya ada ide tentang sesuatu bernama ‘dagang’.

Lelucon Tua Texas tentang Billy Bob dan biri-birinya

Seorang guru sekolah bertanya kepada Billy Bob: “Jika kamu punya 12 ekor biri-biri dan satu ekor melompat ke luar pagar, tersisa berapa ekor biri-birimu?”

Billy Bob menjawab, “Tak tersisa satu pun.”

“Wah,”  kata si guru, “ternyata kamu tak mengerti pengurangan.”

“Mungkin saya tak mengerti,” balas Billy Bob, “tetapi saya tahu persis perangai biri-biri saya.”

– Lelucon Tua Texas

Jenius verifikasi

Kaskus punya thread menarik tentang Jenius – produk Bank BTPN – klik di sini. Sampai posting ini ditulis, obrolan pengguna Jenius masih ‘hangat’. Saya sudah mendaftar ke Jenius, tentu karena membaca thread di Kaskus itu. Fiturnya oke punya. Di sisi lain, Money Smart menandingkan Jenius dengan digibank by DBS, klik di sini. Kalau soal proses verifikasi, Jenius lebih mudah. Karena bisa melakukan proses verifikasi di kantor cabang BTPN Sinaya atau Purnabakti terdekat. Siang ini saya mau ke kantor cabang BTPN Sinaya. Fitur yang saya butuhkan dari kebutuhan ‘banking’ bisa Jenius penuhi; tidak ada biaya bulanan dan fitur transfer gratis – untuk kegiatan membeli reksadana.

Update: 17 Januari 2019 10:48 am

Jadi, tidak semua kantor BTPN melayani layanan Jenius.

Update: 18 Januari 2019 4:47 pm

Pagi-pagi, jam 08.45 am saya motoran ke BTPN di dekat Solo Square. Langsung melenggang ke CS karena banknya masih sepi – atau memang sepi karena pagi. Diminta menunjukkan KTP. Lalu, tiga menit proses, selesai. Cepat sekali.

Habis dari BTPN, saya ke BNI Slamet Riyadi. Kartu ATM yang sekaligus Kartu Mahasiswa saya hilang. Surat kehilangan dari kepolisian sudah bikin. Maju ke meja CS, karena sekaligus Kartu Mahasiswa, saya diminta ke kampus dulu minta tandatangan plus cap untuk prosesnya. Birokrasi berbelit. Sampai kampus, petugas administrasi rapat. Malas menunggu. Saya pulang.

Sampai rumah, sekitar jam 01.00 pm, Jenius saya aktif. Saldo di BNI saya kuras dikirim ke rekening Jenius. Tinggal Rp. 18.000 untuk biaya administrasi bulan depan.

Sekarang, tinggal menunggu kartu debit Jeniusnya dikirim ke rumah. Katanya, maksimal 7 hari kerja. Lihat saja.