Welas asih terhadap sesama, jangan hedon

Secara alamiah, pada umumnya, manusia pun menyadari akan peringatan Mahatma Gandhi, “tersedia cukup di dunia ini segala hal bagi kebutuhan manusia, tetapi tidak akan cukup bagi keserakahan manusia.”

Jadi secara prinsip, tidak dapat dipungkiri, ada sebagian manusia yang (benar-benar) hedonis, di antara manusia yang pada umumnya mampu mengendalikan nafsu hedonistiknya.

Dalam keseimbangan dan keharmonisan hidup segenap umat manusia, perilaku hedonis jelaslah bukan perilaku mulia. Perilaku ini hanya mengedepankan ego diri. Dia tak mempedulikan kepentingan atau nasib orang lain. Dia mengabaikan soal kebutuhan versus kerakusan. Dia akan mengabaikan moralitas sebagai manusia yang beretika, yang welas asih kepada sesama.

Ini dari tulisan Pongki Pamungkas di rubrik Motivasi Solopos berjudul “Perihal Hedonis”, terbit pada 9 September 2018 lalu.

Advertisements