KCNA: “Siapa Pria yang Berbahaya bagi Komunitas Internasional?”

Korea Utara urun berkomentar pada musuh besarnya, Amerika Serikat, perihal rencana pemindahan kedubes AS ke Jerusalem. Sumber resmi negara itu, KCNA, menyebut Donald Trump lansia pikun yang bermental gila.

“Menimbang fakta bahwa lansia pikun yang bermental gila ini menyerukan kehancuran total terhadap sebuah negara berdaulat di PBB, aksi ini tidak begitu mengejutkan,” demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip Korean Central News Agency (KCNA).

Sebutan ‘lansia pikun yang bermental gila’ itu merujuk pada Trump. Dalam pernyataannya dengan Bahasa Inggris ini, Korut menggunakan kata ‘dotard’ yang berarti lansia yang pikun dan lemah. Sebutan ini pernah digunakan Korut sebelumnya untuk menghina Trump yang terlebih dahulu mengejek Kim Jong-Un sebagai ‘manusia roket’ dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu.

“Tapi langkah ini jelas menunjukkan kepada seluruh dunia, siapa si penghancur keamanan dan perdamaian dunia, siapa si pria dan berbahaya di komunitas internasional,” imbuh pernyataan itu, merujuk pada kata-kata yang sering digunakan banyak pihak untuk menyebut Korut. [link]

AS masih menghegemoni politik internasional hingga saat ini. Tak ada kekuatan politik dari suatu negara yang bisa menandingi AS. China baru bisa menandingi secara ekonomi.

Di tengah sorotan negatif yang tertuju pada AS saat ini, warga dunia nampaknya mengamini apa yang dinyatakan Korea Utara melalui saluran berita internasionalnya.

Advertisements

Salahkan saja Korea Utara terus menerus

Judul posting ini agak aneh: salahkan saja Korea Utara terus menerus. WTF.

Hari ini adalah ujian untuk materi Diplomasi dan Resolusi Konflik. Salah satu mata kuliah yang saya sukai. Karena saat sesi presentasi, biasanya berisi argumen-argumen bermutu yang saling tumpang tindih. Eyel-eyelan saat diskusi. Teman tak lagi teman.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin berpendapat atas konflik tak berkesudahan di Semenanjung Korea. Continue reading

Why always Un

Buck Sexton: “In the meantime, the security situation will only deteriorate. Kim’s nukes will become more devastating, his missiles more accurate and longer-range. And the U.S. and its allies will be left clinging to the hope that a fratricidal 33-year-old totalitarian ruler of a deeply xenophobic country with over a million active soldiers is, when push comes to shove, a rational actor.”

“Or at least more rational than his grandfather, Kim Il Sung, who decided on a massive sneak attack against South Korea in 1950 despite its status as a U.S. ally and the existence of our vast nuclear arsenal. Total casualties in that war reached into the millions.”

“Let’s hope Kim Jong Un won’t start a war everyone else knows he can’t win.”