Tag Archives: Metafora Padma

Sepenggal dongeng bulan merah

Tengah malam itu, malam tatkala aku melihat penggalan kepala Lidia disusun dengan kepala-kepala orang lain, aku mencari cara mengambil mayat Lidia. Mayat bergelimpangan di jalan-jalan kampung. Hanya orang gila yang mau mengurusi pemakaman mereka. Darah masih menyembur dari tubuh-tubuh lain di tempat lain, perang masih terbakar dan membakar, ketegangan belum sedikit pun mereda. Berbahaya kalau ada orang memindahkan mayat-mayat dari jalan, bisa-bisa dari jauh sebatang anak panah atau mata tombak melesat masuk ke jantung atau kepala.

Tetapi aku tahu, aku harus mengambil risiko. Aku tidak bisa membiarkan tubuh dan kepala Lidia tergeletak di jalan begitu saja dan tidak berbuat apa-apa.

[Metafora Padma, Bernard Batubara]

Sudah selesai membaca kumpulan cerpen 157 halaman ini. Menarik, terutama di tiga cerpen terakhir. Saya sendiri, menyukai cerpen berjudul Kanibal. Cerpen yang absurd sekaligus horor. Sementara yang saya kutip di atas, ada di cerpen berjudul Sepenggal Dongeng Bulan Merah. Mengambil tema konflik antar suku.

Baca juga: Gru [kutipan lain di Metafora Padma]

Gru

Gru berkata, hanya pantai yang mengerti bagaimana rasanya terus-menerus menunggu, dihampiri, lalu ditinggalkan. Ia mengucapkan kalimat itu tanpa menoleh kepadaku, melainkan menatap sesuatu yang sangat jauh di ujung lautan. Ia menggenggam tanganku, mengalirkan rasa hangat ke jari-jari, telapak, lengan, hingga dadaku.

Aku tahu kehangatan itu tak akan berlangsung lama. Yang tak kutahu, genggaman itu ternyata benar-benar genggaman terakhir Gru.

[Metafora Padma, Bernard Batubara]

Buku Bernard Batubara pertama yang saya baca. Baru sampai di halaman 48. Sudah pasti akan dihabiskan hari ini juga.

“Gagasan besar dalam cerita-cerita pendek di buku Metafora Padma saya tulis setelah mengobrol panjang dengan sahabat masa kecil tentang kekerasan horisontal antaretnis dan antaragama.” tulis Bara di blognya.

Pantas saja buku kumpulan cerita pendek ini meninggalkan kesan kelam.

Baca juga ini dan itu.