Tipikal skenario pria lebih tua – wanita muda

Selain penggunaan perhiasan emas yang berlebihan, ia tampak cukup terhormat, seorang pria lajang berusia tujuh puluh tahun yang ada di kota. Terhormat, tetapi juga – tua bangka.

Terutama saat ia berdiri di samping pendampingnya. Wanita itu mungkin seusiaku, setidaknya separo umur si pria. Ia memakai gaun lilit yang memamerkan payudaranya yang mengesankan dan kakinya yang panjang. Ia memakai sepatu tumit tinggi. Rambutnya pirang – warna cat yang sangat mahal. Ada sesuatu yang berkilauan di tenggorokannya. Hadiah dari Si Tua Bangka?

Keduanya tidak seperti gambar karikatur. Namun demikian, Si Tua Bangka meletakkan tangan di bahu Nona Muda. Bahkan dari jarak jauh, aku bisa melihat kerutan dan bintik-bintik cokelat di tangan Si Tua Bangka. Nona Muda memiringkan kepala dan tersenyum kepadanya, gerakan yang sudah dilatih.

Bab tiga puluh tujuh, novel “Living Single” – Holly Chamberlin.

Advertisements

[Kutipan Novel] Living Single – Holly Chamberlin

“Bagaimana pun,” JoAnne berkata dengan angkuh, “aku tetap berpendapat bahwa memberi tahu orang lain bahwa mereka bisa berubah total adalah suatu kebohongan yang diabadikan agar profesi terapis tetap laku. Perubahan memang mungkin, tetapi hanya di dalam batasan tertentu. Batasan watak dan kepribadian dan setiap hal kecil lain yang menjadikan seorang individu sebagaimana adanya.”

Living Single” – Holly Chamberlin