Mendewasa dan saya tidak

Kami meninggalkan pesta selamatan rumah itu setengah jam kemudian.

“Rasanya sedikit aneh bukan?” tanya Abby. “Bukan karena Maggie dan Jan adalah lesbian, tetapi kebersamaan mereka. Rasanya hampir seperti kita kehilangan dia.”

“Aku tahu. Aku merasakan hal yang sama,” akuku. “Seolah salah seorang dari kita bertumbuh dewasa dan meninggalkan rumah. Aku bahagia untuknya dan segalanya, tetapi.. aku juga agak sedih.”

“Dan marah.”

Ucapan JoAnne mengejutkan.

“Uh,” sahutku, “mengapa?”

“Aku mengakuinya. Aku marah karena dia lebih dewasa daripada aku. Fakta bahwa aku marah menunjukkan betapa tidak dewasanya diriku. Maggie sudah memiliki hubungan monogami yang penuh cinta – hal itu membutuhkan keberanian besar – dan di mana aku sekarang? Maggie lah yang memimpin. Aku tertinggal di belakang.”

“Anggaplah hubungan Maggie dengan Jan sebagai tantangan pribadi,” aku mengusulkan, hanya setengah bergurau. JoAnne sangat menyukai kompetisi yang baik. “Sekarang kau harus membuktikan bahwa kau bisa sedewasa dia.”

Perhatikanlah, Erin. Itu suara Akal Sehat. Mungkin hal ini juga peluang bagimu untuk bertumbuh dewasa.

‘Living Single’ telah sampai di bab-bab terakhir, begitu pula dengan Ujian Akhir Semester saya di kampus. Saya kira ini terakhir kali saya mengutip novel yang akhirnya bisa tuntas, dan menjadi novel – buku – pertama yang saya baca tahun ini. Akan ada kejutan, mungkin, sebulan ke depan. Selain membaca buku lain dan mempersiapkan semester depan, saya ingin menghabiskan hari-hari libur dengan mengunjungi beberapa tempat dan tentunya, tidur banyak-banyak.

Saat membaca paragraf di atas, saya teringat lagu yang ditulis Keane namun diaransemen ulang dengan baik oleh Lily Allen. Dua hits Keane, “Everybodys Changing” dan “Somewhere Only We Know” terdengar sedikit lebih nyaman dengan suara wanita. Jika tidak percaya, dengarkan saja di Youtube atau Spotify.

Advertisements