Sayang hanya jokes

Saya baca seksama berita ini. Ada dua cara yang akan ditempuh OJK guna mengatasi penurunan IHSG. Pertama, memperbolehkan emiten membeli kembali saham yang beredar di publik tanpa melalui RUPS. Dan kedua, memperkecil jarak Auto Reject Bawah (ARB). Komentar saya tentu kenapa tidak dari dulu. ARB dibatasi 1% perharinya sementara ARA-nya tetap, atau bahkan dinaikkan. Ini pasti semua suka. Kata broker saya, “Hahaha. Betul. Mantul juga idenya.”

Bank gencar dekati fintech

Bank mulai mengandalkan fintech untuk menjadi penyalur kredit. Satu persatu kerjasama bank dan fintech mulai terjalin. Misalnya, antara PT Investree Radhika Jaya atau Investree yang baru saja bekerja sama dengan BRI Agro.

Direktur Sales dan Bisnis Investree, Salman Baharudin mengatakan, BRI Agro akan menjadi institusi lender untuk Investree yang bentuknya seperti loan channeling. “Ada kesamaan model bisnis sehingga ke depan dapat memperluas lagi cakupan nasabah baik dari BRI Agro atau sektor lain yang terkait dengan UMKM Lain, “kata Salman, Kamis (9/1).

Pada tahap awal BRI Agro menyediakan Rp. 100 miliar untuk program kerjasama dengan Investree. Sebelumnya Investree juga sudah menggandeng Bank Mandiri. Ada juga Modalku dengan saat ini bekerja sama dengan bank yaitu PT BPR Varia Centralartha (Bank Varia), PT Bank Sinarmas Tbk dan bank lain.

Ini laporan Ahmad Ghifari untuk Kontan.

Jiwasraya tidak hati-hati

Budi Frensidy, di kolom Wake Up Call Kontan:

Jiwasraya tidak menerapkan prinsip kehati-hatian untuk investasinya. Dari total aset finansialnya, 22.4% atau Rp 5.7 triliun berisi saham dan 59.1% atau Rp 14.9 triliun dalam bentuk reksadana. Sampai di sini belum ada yang mencurigakan.

Namun jika kita bedah isi masing-masing kelas aset itu, ketidakwajaran akan terkuak. Dalam portfolio saham, ternyata hanya 5% saham LQ-45. Sementara reksadana yang dimiliki hanya 2% yang pengelolaannya adalah manajer investasi top tier dari 13 manajer investasi yang bermitra. Sejatinya, pengelola bukan top tier tidak jadi masalah selama ada pedoman tata kelola yang jelas untuk penyusunan portfolio, strategi pemilihan saham dan kebijakan trading-nya.

Yang terjadi, sepertinya tidak ada panduan itu. Sejumlah reksadana justru dibuat khusus untuk menampung atau mengambil di pasar negosiasi (pada harga di atas harga perolehan) saham-saham kemahalan (overpriced) yang telah dibeli Jiwasraya. Reksadana ini kemudian dibeli lagi oleh Jiwasraya.

Menumbuhkan investasi hijau

Delly Ferdian, Peneliti Madani Berkelanjutan: “Menumbuhkan investasi hijau adalah langkah awal dari komitmen hijau korporasi. Indonesia memang sangat membutuhkan banyaknya ekspansi bisnis korporasi ini agar perekonomian domestik ikut bergairah. Namun, Indonesia juga butuh melestarikan lingkungan, hutan, dan alam sebagai bagian yang tak terpisahkan.” (Kontan, Rabu 2/10/19)

Gadai saham dan obligasi di Pegadaian, belum dapat izin OJK

Ferrika Sari, “Gadai saham dan obligasi di Pegadaian belum dapat izin OJK“, Kontan. Kutipan: “Gadai efek ini bakal melibatkan lembaga seperti bank kustodian, sekuritas, Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan pengawas pasar modal. Gadai efek sendiri berbeda dengan repurchase agreement atau repo, yang merupakan transaksi penjualan instrumen efek antara dua pihak.”

Reksadana indeks makin diminati

Head of Research Infovesta Wawan Hendrayana menyebut, lima tahun terakhir, return rata-rata reksadana saham sulit mengalahkan IHSG. Alhasil, reksadana indeks bisa mencetak return lebih baik dibanding reksadana saham konvensional.

Infovesta Utama mencatat dana kelolaan reksadana indeks naik 17.65% sejak awal tahun hingga Agustus 2019 jadi Rp 6.53 triliun. “Reksadana indeks kini semakin menjadi pilihan banyak investor,” kata Wawan, Kamis (26/09).

Wawan melihat, ke depan minat investor masuk ke reksadana indeks akan makin besar. Sebab, management fee atau biaya pengelolaan reksadana ini lebih rendah dibanding reksadana saham konvensional, sehingga keuntungan bisa lebih optimal.

Laporan oleh Danielisa Putriadita untuk Kontan edisi 27 September 2019, “Risiko Minim, Kinerja Lebih Stabil”. Bacaan utuhnya ada di Kontan. Saya sendiri sudah banyak pertimbangan untuk membeli reksadana indeks saja supaya lebih tidak mikirin dan butuh minimal perhatian. Sampai saat ini belum ada reksadana indeks yang cocok saja. Jadi masih beli saham konvensional.

Ancaman resesi semakin nyata

Prediksi itu sekarang tampaknya akan menjadi kenyataan. Mereka menyimpulkan, tahun 2020 merupakan tahun di mana crash jilid 2 akan terjadi sekali lagi. Ekonom Dunia Nouriel Roubini memprediksi, ekspansi global di 2018 akan berlanjut hingga 2019. Namun, dia mengingatkan, konidisi itu akan berbalik menuju resesi global di 2020.

Tanda-tanda pelemahan ekonomi sudah muncul dari berbagai negara. Contoh saja Argentina. Negara ini tengah menghadapi krisis keuangan yang semakin dalam. Ini diperburuk oleh kekalahan pemerintahan Presiden Mauricio Macri yang kemungkinan akan digulingkan dalam pemilihan pada bulan Oktober mendatang.

Kontan edisi 5 September 2019, “Ancaman Resesi Semakin Nyata”.

Kalau benar-benar resesi apa yang harus dilakukan? Kata Pak Dahlan Iskan di Disway, begini: “Tidak harus melakukan apa-apa. Ikuti sunatullah. Pertahankan hidup. Terus bekerja. Kalau bisa, sedikit lebih keras. Yang terpenting lagi sebenarnya lebih sederhana. Dan semua orang bisa melakukannya: menjadi orang baik.”

Yap, sadar diri juga deh ya. Bukan petinggi. Uang untuk investasi pun nominalnya tak signifikan. Lha wong cuman investor retail. Jangan terlalu dipikirkan, toh sudah resesi beberapa kali. Krisis pun pernah. Indeks selalu tumbuh. Indonesia tumbuh.

Selalu sediakan dana darurat.

Buka rekening BRI bisa di BRILink

Ini terobosan terbaru BRI untuk menggaet masyarakat ‘unbanked’. Laporan oleh Ahmad Ghifari, Kontan.

…dalam mendukung inklusi keuangan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan agen BRILink. Melalui agen ini, nasabah dapat langsung membuka rekening BRI secara digital. Apabila proses ujicoba di Pangkal Pinang rampung layanan ini akan bisa dinikmati di seluruh masyarakat Indonesia. Strategi ini untuk menggaet nasabah unbanked.

Dalam strategi ini BRI menghadirkan platform pembukaan rekening berbasis mobile apps yang melekat di agen BRILink. Dengan kata lain, agen BRILink sebagai kepanjangan tangan dari petugas customer service BRI.

Strateginya mungkin kurang begitu frontal macam BTPN dengan Jenius-nya, Permata dengan PermataMobileX, atau DBS dengan digibank-nya yang bisa buka rekening lewat smartphone bahkan proses verifikasinya cukup dengan video call. Tapi, mengingat BRI ini bank dengan aset terbesar yang jangkauannya luas, strategi bisa buka rekening di agen BRILink rasanya bisa mendongkrak kinerja BRI tahun ini.

Menyoal PKP2B

Pemerintah memang tengah merancang Revisi Peraturan Pemerintah (RPP) No 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Sedianya, RPP tersebut diubah untuk memastikan para pemegang izin PKP2B bisa mengajukan perpanjangan izin operasi dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Hanya saja, mengacu landasan hukum yang lebih tinggi yakni Undang-Undang No 4/2009 Tentang Pertambangan Minerba, areal konsesi lahan pertambangan milik perusahaan yang kontraknya berakhir wajib dikembalikan kepada negara.

Nah, pengusaha batubara mencemaskan hal serupa bisa terjadi dengan pemegang izin PKP2B lainnya. Misalnya PT Arutmin Indonesia yang kontraknya berakhir pada tahun 2020 dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) tahun 2021. Kedua perusahaan itu adalah bagian dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI). “Bukan hanya dampak karyawan, tapi juga produksi batubara nasional,” ungkap Irwandy. Total produksi Arutmin dan KPC mencapai 100 juta ton.

Ini laporan dari Filemon Agung, Ika Puspitasari, dan Agustinus RR, untuk koran Kontan edisi 11 Juli 2019.