Marx -Engels, surat-suratan

Tahun 1849, menyusul kekalahan revolusi 1848, Marx kembali terusir dari Brussel dan memutuskan pindah ke Inggris. Engels pun dengan segera menyeberangi perbatasan mengikuti jejak langkah karibnya itu. Marx menyewa penginapan murah di London, sementara Engels memilih pergi mengelola bisnis keluarganya di Manchester, sekitar 300 km jauhnya dari Marx. Dari 1850 hingga 1870, ketika Engels pensiun dari bisnis dan pada akhirnya bisa bergabung kembali dengan kawannya di ibukota Inggris itu, keduanya hidup pada periode yang sangat intens dalam kehidupan mereka. Mereka menulis catatan-catatan beberapa kali dalam seminggu ketika peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi besar berlangsung pada masa itu. Lebih dari 2.500 surat menyurat saling mereka kirimkan dalam dua dekade tersebut. Keduanya juga mengirimkan sekitar 1.500 surat-surat korespondensi kepada para aktivis dan intelektual di hampir sekitar 20 negara. Untuk aktivitas yang sangat luar biasa ini, mesti ditambahkan 10.000 surat yang ditujukan kepada Marx dan Engels dari pihak ketiga, dan 6.000 surat lainnya, yang walaupun sulit dilacak, namun diketahui dengan pasti pernah ada. Ini sungguh sebuah harta karun yang tak ternilai harganya, mencakup gagasan-gagasan yang, dalam beberapa kasus, gagal mereka formulasikan secara utuh dalam tulisan-tulisannya.

Kisah yang menarik dari persahabatan Marx dan Engels, baca utuh klik di sini.

Advertisements

Dead labor vs Living labor

Dengan tetap hirau mengenai agenda pemodal akan otomasi, maka tidak bisa dipungkiri bahwa efisiensi dalam konteks otomasi kerja erat kaitannya dengan pengurangan kewajiban pemodal akan tuntutan upah para pekerjanya. Tidak hanya itu, dengan otomasi, pemodal bisa mendapatkan hasil kerja—yang tadinya dilakukan dengan peluh pekerja—umumnya secara lebih cepat, lebih banyak dan lebih akurat. Bonus lainnya: mesin tidak kenal ‘malas’; mesin tidak akan menolak digantikan; dan mungkin yang terpenting bagi pemodal, mesin tidak akan membentuk serikat pekerja. Otomasi kerja meningkatkan efisiensi dalam hal menekan pembiayaan yang harus ditanggung sang pemodal di satu sisi, dan di sisi lain memaksimalkan keuntungan dan akumulasi modalnya. Continue reading

Product of capitalism

Marx and communism are byproducts of capitalism. If there was no capitalism there woudn’t be any “Marx” or “communists”. Therefore capitalism is guilty of every killing in this planet, either made by communists or capitalists.

That one is commenter on this issue, ‘was Karl Marx right about the evils of capitalism?’, Debating Europe site.