Blog: offers intelligent commentary

[…] The core argument lies in the ability of blogs to make a wide range of sources accesible to mainstream media, representing voices that are distanced from political power and able to provide intelligent commentary without sponsorship of a corporate news company. 

From ‘Transparency and accountability in the age of cyberpolitics: The role of blogs in framing conflict’ by Maria Touri.

Advertisements

Update: chapter nine – the dimensions of conflict

I think, all of international relations student should read “The Conflict Resolution Toolbox” by Gary T. Furlong. Myself and two colleagues, taught by lecturer to describe chapter nine of the book, the dimension of conflict. We dare to use three dimension; cognitive; emotional; and behavioural to the current issue, that is as you might follow the news, U.S. plan to move its embassy from Tel Aviv to Jerusalem, we also including some other countries views from that three dimensions. Its alot of explanation – and discussion – in our paper, it was our exams project, so we should give our best.

*

War begins, US Ambassador to the UN Nikki Haley will be taking names of countries that oppose US decision

Updating the news, Time of Israel reports;

United States Ambassador to the UN Nikki Haley said the US will be “taking names” of countries that support a draft resolution rejecting President Donald Trump’s decision to recognize Jerusalem as Israel’s capital, set for a General Assembly vote Thursday.

Turkey and Yemen requested the urgent meeting of the 193-nation forum on behalf of the Arab group of countries and the Organization of the Islamic Cooperation (OIC) after the US vetoed the measure in the Security Council. The two countries circulated a draft resolution that mirrors the vetoed measure, reaffirming that any decision on the status of Jerusalem has no legal effect and must be rescinded.

Egypt had put forward the draft, which was backed by all 14 other Security Council members in a vote on Monday. Like the Egyptian draft, the text before the assembly does not explicitly mention Trump’s decision but expresses “deep regret at recent decisions concerning the status of Jerusalem.”

Haley reacted angrily to the move, tweeting, “On Thurs there’ll be a vote criticizing our choice. The US will be taking names.”

US allies like Britain, France, Italy, Japan, and Ukraine were among 14 countries in the 15 member council that voted in favor of the measure.

Haley tweeted, “At the UN we’re always asked to do more and give more. So, when we make a decision, at the will of the American ppl, abt where to locate our embassy, we don’t expect those we’ve helped to target us.”

Like I said, war begins, not literally but in verbal and diplomacy strategy. More using soft power diplomacy.

Immigrants in Europe: problematic

I am glad attending the class today, the presentation about european studies from my colleagues were powerfull: about ‘Europe for Europeans’ sentiment. Started by history of immigrants migrate to europe, the effect to its country [mostly to economy and culture], and how they affect policy-making. We went to several european countries like Germany, France, Malta, UK, Belgium, Russia and even US with their ‘American First’ policy.

Immigrants, are very problematic. As in europe have less fertilities. The current report, conducted by Forbes,  “If western europe wants to keep its social benefits, the countries of the EU are going to need more workers. No place in the world has an older population that’s not into baby making than Europe. No wonder policy planners are doing what they can to encourage immigration.. Eastern Europe is old. The U.K.’s median age is approaching a mid-life crisis, currently at 40.5. With fertility rates expected to hit zero in Europe in the next decade, the only way the European Union can fight elderly poverty and maintain its expensive entitlement programs is to increase immigration. Another option is to provide incentives to convince 20 and 30-something-year-olds to have more than one baby.”

Other EU countries median age were also very old; Poland’s median age is 40.3; Czech Republic is 41.7; New euro zone member Lithuania in the Baltics is even older: 43.4 [link].

Its a view outside europe. In which, I am also still wondering and late to know that ‘Europe for Europeans’ is just grassroots sentiment, not implemented in line as ‘American First’, that is more higher level: policy.

I’ve been reading several publication too, but my focus is Brexit issue, to mention, this article posted two years ago by Guardian, “UK gains £20bn from european migrants“. I am also reading headline from Financial Times, written nicely that UK gains huge amount of money from immigrants.

Teknik Lobi dan Negosiasi Ivanka Trump dalam Child Tax Credit Amerika

Ini adalah materi presentasi yang saya sampaikan kemarin, terkait teknik lobi dan negosiasi yang dilakukan Ivanka Trump dalam Child Tax Credit. Sumbernya adalah headline yang diturunkan Politic kemarin [link]. Analisisnya seperti berikut, 

Ivanka Trump mulai Maret 2017, masuk sebagai penasihat Donald J. Trump. Sebelumnya, ia mengatakan tidak ingin masuk dalam lingkaran pemerintahan ayahnya itu di AS.

Baru-baru ini, ia ingin mengubah kebijakan yang sentral dan strategis di negara adidaya tersebut: Child Tax Credit. Secara sederhana, CTC merupakan tunjangan untuk anak yang berusia 17 tahun ke bawah yang orang tuanya berpenghasilan kurang dari U$ 110.000 per tahun.

Tunjangan ini, telah disahkan oleh oleh pemerintahan AS sebesar U$1000 per tahun per anak. Posisi Ivanka di sini, ingin agar jumlah tunjangan tersebut ditingkatkan.

Dari berita yang didapat di Politico, ada beberapa kalimat kunci untuk mengidentifikasi teknik lobi dan juga negosiasi yang dilakukan Ivanka untuk mencapai kebijakan yang final.

Pertama, ia secara intens menggalang dukungan dari politisi partai pendukung pemerintah – Republikan – yaitu Senator Florida, Marco Rubio dan Senator Utah, Mike Lee. Dua senator ini, memiliki pengaruh kuat di senat Amerika saat ini.

Kedua, ini masuk dalam bagaimana Ivanka menggunakan lobi, ia melakukan telepon pribadi dan pertemuan non-resmi dengan pembuat kebijakan dari partai Republik, baik dari Senat maupun House, juga pertemuan pribadi dengan pengamat pajak sayap kanan, grup pebisnis, peneliti, dan LSM pendukung pemerintah untuk menggalang bantuan.

Perlu dicatat, Child Tax Credit ini berlaku di seluruh negara bagian AS. Maka, Ivanka, dalam catatan ini harus melakukan pendekatan yang intens dan masif agar kebijakannya tercapai. Ivanka sendiri, menggunakan jasa lobbyist untuk mendukung aksinya.

Ayahnya sendiri, Trump, telah menggelar acara makan malam pada rabu 4 Oktober di rumah pribadinya dengan anggota parlemen agar isu ini dibahas di parlemen, juga pertemuan lainnya pada 16 Oktober nanti yang juga diikuti oleh Rubio dan Lee.

Trump sendiri, menurut penilaian lain, hanya mengulangi kebijakan yang dibuat Obama di era sebelumnya. Dan khusus untuk isu satu ini, Trump seperti menginginkan citra diri yang baik di mata perempuan dan anak-anak.

Sebetulnya ada beberapa poin yang bisa dicatat, pertama lobi merupakan tahap awal sebelum negosiasi dilakukan. Lobi ini, sifatnya kasual dan santai, bisa dilakukan di mana saja; hotel bintang lima, lapangan golf, restoran, bar, dan lain-lain. Sementara itu, poin pembedanya, lobi bersifat mengarahkan keputusan-keputusan yang dibuat oleh pihak yang dilobi agar sesuai keinginan pihak yang melobi.

Di Amerika sendiri, lobbyist merupakan pekerjaan yang umum, seperti pengacara. Sementara di Indonesia, saya kira, belum ada firma yang fokus utamanya untuk lobi. Firma untuk melobi. Lebih lanjut lagi, kata ganti lobbyist di Indonesia maknanya ‘kasar’, yaitu makelar. Makelar kasus? Dan lain-lain. 

Contoh penggunaan pisau analisis realisme dalam konflik internasional

Saya membaca kembali beberapa makalah terkait pembahasan konflik antarnegara dalam dunia internasional menggunakan pisau analisis realisme. Realisme, secara sederhana saya ketahui di mana manusia adalah serigala bagi manusia lain. Mengingat sumber daya di bumi ini terbatas, maka manusia bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas itu. Karenanya, dalam menjalankan praktiknya, cenderung berkonflik satu sama lain.

Secara geografis, Sudan merupakan wilayah terluas da tersubur di kawasan Arab. Kandungan kekayaan alamnya pun melimpah, minyak menjadi rebutan antara Sudan dengan Sudan Selatan, pasca Sudan Selatan merdeka. Terlebih saat uranium dilaporkan terkandung di batas antar kedua negara.  Datanya, Sudan menyimpan 631.5 juta barel cadangan minyak bumi dan 99.1 milyar meter kubik gas alam yang belum dieksploitasi, berada di batas antara dua negara yaitu Heglig. Selain itu, posisi Sudan berada strategis di lalu lintas perairan laut merah.

Isu lain yang bisa menggunakan analisis realisme adalah keberadaan Freeport di Indonesia. Bagaimana tekanan atau reaksi Amerika Serikat kepada Indonesia saat ingin memperbesar kepemilikan saham Freeport tersebut. Bagaimana AS pada saat itu, bersedia membantu Soeharto untuk membangun Indonesia dengan imbalan ladang emas dan tembaga di pulau Papua.

Pada penggunaan paling sederhananya, realisme berarti bagaimana negara memperebutkan sumber daya yang terbatas [resources] dengan cara apapun.

Pengaruh Sistem Republik Parlementer Bagi Stabilitas Nasional Kroasia 2007 – 2017

Ini adalah sedikit kutipan dari makalah yang kemarin saya kerjakan, mengenai negara pecahan Yugoslavia yaitu Kroasia. Judul makalah itu saya kira sangat ambisius, “Pengaruh Sistem Republik Parlementer Bagi Stabilitas Nasional Kroasia Dalam Sepuluh Tahun Terakhir 2007 – 2017”.

Sebelum menyatakan merdeka sebagai negara merdeka, Kroasia merupakan bagian dari Yugoslavia yang dipimpin rezim sosial otoriter Josep Broz Tito. Ketika Tito lengser, pemimpin partai terbesar [HDZ] di Kroasia, Franjo Tudjman mengumumkan dan mendapat suara mayoritas untuk memenangkan referendum Kroasia sebagai negara yang merdeka. Pada 1990, pemilu bebas diselenggarakan. Hasilnya, partai komunis dikalahkan oleh partai nasionalis pimpinan Tudjman. Setelahnya, pada Juni 1991, parlemen meloloskan Kroasia dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Yugoslavia.

Lalu, apa yang terjadi saat Tudjman menjadi Presiden Kroasia pertama. Dalam analisis saya,

Tudjman berpandangan demokratis. Namun, pada praktiknya ia sendiri bukan pemimpin yang demokratis karena, meski diatur dalam undang-undang, kesan otoriter dalam masa pemerintahannya begitu terasa.

Pasca Tudjman meninggal, setahun kemudian, pada tahun 2000, Kroasia berbenah. Hasilnya diputuskan dan diundangkan, pemerintahan harus ada di bawah parlemen. Sehingga, kekuasaan presiden perlu dibatasi lebih kecil lagi. Wujudnya, sistem parlementer diterapkan menggantikan sistem presidensiil yang sebelumnya dipakai. Hingga saat ini, 17 tahun sistem tersebut masih digunakan di Kroasia.

Belum masuk pada pembahasan utama, tapi saya yakin pembaca sudah tau ke mana pokok bahasan utama akan berujung. Yaitu lebih kepada stabilitas nasional yang dicapai karena adanya stabilitas dari sisi politik. Dalam bahasan yang luas, stabilitas nasional merupakan keadaan tenang atau kondusif suatu negara karena gejolak-gejolak atau gangguan yang bersifat politik ideologis, sosial ekonomi, militer, dan lain-lain dapat dihindarkan. Dengan keamanan, ketertiban, dan situasi yang kondusif maka kehidupan masyarakat, juga negara dapat terbangun dengan baik.

Juga pada makalah ini, saya lebih fokus pada peningkatan kehidupan masyarakat Kroasia dengan kebijakan yang diambil oleh parlemen, seperti peningkatan partisipasi pada politik, kegiatan ekonomi, dan peningkatan kunjungan wisata ke Kroasia yang meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Untuk yang terakhir ini, formulasinya sederhana, wisatawan mancanegara umumnya berkunjung ke negara yang relatif aman stabilitas nasionalnya. Ini tentang alasan keamanan. Karena dalam sepuluh tahun wisatawan mancanegara di Kroasia meningkat, maka asumsinya stabilitas nasional di sana pun tercipta.