Mendewasa dan saya tidak

Kami meninggalkan pesta selamatan rumah itu setengah jam kemudian.

“Rasanya sedikit aneh bukan?” tanya Abby. “Bukan karena Maggie dan Jan adalah lesbian, tetapi kebersamaan mereka. Rasanya hampir seperti kita kehilangan dia.”

“Aku tahu. Aku merasakan hal yang sama,” akuku. “Seolah salah seorang dari kita bertumbuh dewasa dan meninggalkan rumah. Aku bahagia untuknya dan segalanya, tetapi.. aku juga agak sedih.”

“Dan marah.”

Ucapan JoAnne mengejutkan.

“Uh,” sahutku, “mengapa?”

“Aku mengakuinya. Aku marah karena dia lebih dewasa daripada aku. Fakta bahwa aku marah menunjukkan betapa tidak dewasanya diriku. Maggie sudah memiliki hubungan monogami yang penuh cinta – hal itu membutuhkan keberanian besar – dan di mana aku sekarang? Maggie lah yang memimpin. Aku tertinggal di belakang.”

“Anggaplah hubungan Maggie dengan Jan sebagai tantangan pribadi,” aku mengusulkan, hanya setengah bergurau. JoAnne sangat menyukai kompetisi yang baik. “Sekarang kau harus membuktikan bahwa kau bisa sedewasa dia.”

Perhatikanlah, Erin. Itu suara Akal Sehat. Mungkin hal ini juga peluang bagimu untuk bertumbuh dewasa.

‘Living Single’ telah sampai di bab-bab terakhir, begitu pula dengan Ujian Akhir Semester saya di kampus. Saya kira ini terakhir kali saya mengutip novel yang akhirnya bisa tuntas, dan menjadi novel – buku – pertama yang saya baca tahun ini. Akan ada kejutan, mungkin, sebulan ke depan. Selain membaca buku lain dan mempersiapkan semester depan, saya ingin menghabiskan hari-hari libur dengan mengunjungi beberapa tempat dan tentunya, tidur banyak-banyak.

Saat membaca paragraf di atas, saya teringat lagu yang ditulis Keane namun diaransemen ulang dengan baik oleh Lily Allen. Dua hits Keane, “Everybodys Changing” dan “Somewhere Only We Know” terdengar sedikit lebih nyaman dengan suara wanita. Jika tidak percaya, dengarkan saja di Youtube atau Spotify.

Advertisements

Tipikal skenario pria lebih tua – wanita muda

Selain penggunaan perhiasan emas yang berlebihan, ia tampak cukup terhormat, seorang pria lajang berusia tujuh puluh tahun yang ada di kota. Terhormat, tetapi juga – tua bangka.

Terutama saat ia berdiri di samping pendampingnya. Wanita itu mungkin seusiaku, setidaknya separo umur si pria. Ia memakai gaun lilit yang memamerkan payudaranya yang mengesankan dan kakinya yang panjang. Ia memakai sepatu tumit tinggi. Rambutnya pirang – warna cat yang sangat mahal. Ada sesuatu yang berkilauan di tenggorokannya. Hadiah dari Si Tua Bangka?

Keduanya tidak seperti gambar karikatur. Namun demikian, Si Tua Bangka meletakkan tangan di bahu Nona Muda. Bahkan dari jarak jauh, aku bisa melihat kerutan dan bintik-bintik cokelat di tangan Si Tua Bangka. Nona Muda memiringkan kepala dan tersenyum kepadanya, gerakan yang sudah dilatih.

Bab tiga puluh tujuh, novel “Living Single” – Holly Chamberlin.

Kencan pertama dengan Alan Grey

Namun demikian, malam ini aku bersama Alan Grey. Dan sedang menjalani kencan pertama. Ada implikasi serius dari setiap gerakan dan kata. Aku akan dihakimi, dinilai, dan dievaluasi berdasarkan setiap suku kata yang terlontar dari mulutku, setiap senyum yang tersungging di wajahku, setiap gerakan tanganku yang dimanikur dengan rapi.

Nampaknya, membiarkan saya kembali membaca beberapa lembar novel yang membosankan – karena tidak selesai-selesai dibaca, dari Holly Chamberlin adalah hal yang baik. Kembali dari bab-bab awal saat Erin Weston belum berkencan dengan Doug Spears, dan menemukan hal-hal yang membuat novel ‘Living Single’ tuntas dibaca.

Paragraf di bawah, membawa sedikit materi yang diajarkan dosen dalam mata kuliah ‘public relationship’. Hal-hal mengenai membaca gestur, bahasa tubuh lawan bicara, membangun persona, dan lain-lain. Saya tahu sekarang, apa kekuatan buku ini.

Aneh. Setidaknya, yang lebih aneh lagi bagiku: ia tidak menyebut tentang bunga-bunga hari Valentine. Atau pesan terima kasihku yang konyol. Tidak ada jejak main mata atau jejak apapun yang bersifat pribadi sama sekali. Saat itu terpikir olehku, ketika pelayan membawa pergi piring kami, bahwa mungkin Doug mengajakku makan siang untuk mengakhiri gagasan apapun yang mungkin kuperoleh bahwa dia tertarik kepadaku. Dengan hanya membicarakan urusan bisnis, mungkin ia mengatakan, tidak ada apa-apa di antara kita, Erin. Tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada.

[Kutipan Novel] Living Single – Holly Chamberlin

“Bagaimana pun,” JoAnne berkata dengan angkuh, “aku tetap berpendapat bahwa memberi tahu orang lain bahwa mereka bisa berubah total adalah suatu kebohongan yang diabadikan agar profesi terapis tetap laku. Perubahan memang mungkin, tetapi hanya di dalam batasan tertentu. Batasan watak dan kepribadian dan setiap hal kecil lain yang menjadikan seorang individu sebagaimana adanya.”

Living Single” – Holly Chamberlin