Sisi lain dari atlit esports

Esports adalah sebuah karier. Profesi. Cita-cita. Sama seperti cita-cita lainnya, seorang anak tidak akan bisa mencapainya dengan maksimal apabila tidak mendapat restu orang tua. Sudah banyak legenda-legenda esports yang membuktikan bahwa dukungan orang tua sangat penting. Sumail dari tim Evil Geniuses misalnya, orang tuanya bahkan rela memboyong seluruh keluarga dari Pakistan ke Amerika agar sang anak dapat bermain Dota. Begitu pula dengan atlet-atlet lain, seperti misalnya JessNoLimit yang selalu berkata bahwa ia ingin membanggakan orang tua.

Salah satu orang tua itu adalah Kara Dang Vu, ibu dari pemuda bernama Conner Dang Vu yang sedang berusaha menjadi pemain Overwatch profesional. Ia sadar bahwa zaman sudah berubah, dan orang tua harus memahami perubahan tersebut. “Mungkin sudah waktunya bagi kita, sebagai generasi yang berbeda, untuk melihat dunia dari mata mereka,” ujarnya.

Ini dari feature artikel Daily Social, “Mengintip Sekilas Pengorbanan Atlit Esports dalam Menjalani Karir“.

Advertisements

Kenapa menggunakan OVO

Mengantisipasi pertumbuhan lebih pesat di 2019, OVO akan terus memperluas kemitraannya dengan merek ternama di dalam lingkup teknologi dan ritel. OVO juga akan memperkuat layanan keuangan untuk menjawab kebutuhan merchants dan pelanggan. Hal ini merupakan bagian dari upaya OVO untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tingkat inklusi keuangan nasional.

Ini laporan dari Donnie Pratama untuk Selular, “Pencapaian OVO Selama 2018“. Saya menggunakan OVO untuk beberapa hal seperti membayar tagihan bulanan pascabayar, membeli pulsa, belanja di Tokopedia, membeli voucher game online, bayar Grab, dan menyumbang sosial.

Sementara itu, Daily Social mengabarkan,

Ovo segera perluas layanan finansial untuk para penggunanya, setelah mengawali bisnis sebagai platform pembayaran. Layanan finansial yang tengah dikembangkan adalah asuransi, cicilan online tanpa kartu kredit, dan pinjaman online. Rencananya seluruh layanan ini akan hadir secara paralel pada kuartal pertama tahun 2019.

 

Nyoba ikutan kuis trivia Line, T-GO!

Daily Social: “Line Jajaki Segmen Permainan Kuis dengan Peluncuran T-GO!


Kuis di T-GO! sendiri, ada di jam 09.00 p.m, tapi barusan, pukul 12.30 p.m kuisnya diadakan. Konsepnya fun, karena targetnya adalah kalangan milenial. Kuis yang saya ikuti tadi hadiahnya Rp. 10.000.000. Penjelasannya hadiah Rp. 10.000.000 ini dibagi sejumlah peserta kuis yang mampu menjawab 12 soal tanpa sekalipun salah. Misal pemenangnya ada 1000 orang, maka hadiahnya per orang: Rp. 10.000.

Kuis trivia T-GO! dimulai saat kuota peserta penuh (15.000 peserta), dipandu oleh pembawa kuis yang fun dan atraktif, kebetulan banyak peserta kuis tadi yang bilang, pemandu kuisnya garing.

Penjelasan dari Dale Kim, Managing Director Line Indonesia, “Selain sangat menghibur, T-GO! juga akan memperkaya wawasan penggunanya dengan topik yang beragam. Pengguna pun bisa mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah berupa uang tunai di setiap akhir permainan. Oleh karena itu, T-GO! dapat menjadi all-in-one aplikasi hiburan mobile yang menyenangkan sekaligus bermanfaat,” [Link]


Sayang sekali, saya salah di soal terakhir. Ngasal sekali soalnya, tentang bagian-bagian otak. Soal di kuis T-GO! ini pengetahuan umum saja atau pengetahuan populer? Jadi, cakupan soalnya bisa dari berbagai disiplin ilmu. Susah, ya? Enggak juga, kalau susah jawabnya ngasal aja, mumpung soalnya A, B, C.

Indosat Ooredoo buka rencana akuisisi operator lain

Chris juga menyebutkan Ooredoo sebagai pemegang saham mayoritas Indosat sudah memiliki cukup uang yang memungkinkan perusahaan mengakuisisi operator telekomunikasi lain. Ia memperkirakan belanja modal (capital expenditure / capex) Indosat Ooredoo bisa mencapai $2 miliar atau setara dengan Rp30 triliun selama dua tahun ke depan, yang artinya belanja modal Indosat per tahun bisa menyentuh angka Rp15 triliun. Ia optimis pemegang saham bakal menyetujui besaran belanja modal tersebut.

“Saya ini diminta. Jadi, kenapa saya pusing kalau tidak ada komitmen (dari pemegang saham),” ujar Chris.

Melihat konstelasi bisnis telekomunikasi saat ini, potensi M&A yang bisa terjadi adalah dengan Tri dan XL Axiata. Kedua perusahaan tersebut, di beberapa kesempatan, juga tidak menampik soal kemungkinan konsolidasi.

Ini berita dari Daily Social, “Demi Pertahankan Posisi Pasar, Indosat Ooredoo Buka Lagi Wacana Akuisisi Operator Lain“. Padahal, kemarin baru isi survei, Indosat ini masuk operator yang nilainya buruk, menurut saya. Dan sekarang, muncul rencana akuisisi seperti ini.