The Essence of Subliminal Chaos

Saya sendiri baru tahu, Desember 2017 adalah jadwal rilis album kedua milik Crown of Rage, ‘The Essence of Subliminal Chaos’. Kutipan review dari Lost in Chaos:

Seriously, Crown of Rage [COR] hanya ingin menempatkan banyak perhatian pada package aransemen, dan COR tidak ingin tampil lebih mengerikan, tidak ada yang terlalu istimewa jika COR mendominasi musikal untuk keseluruhan materi penuhnya untuk selalu menempatkan hal-hal sederhana, jika seharusnya ada yang lebih fokus pada riff dan struktur keseluruhan daripada menghabiskan terlalu banyak waktu menjadi Fretboard Warrior. Mengusung warna Death Metal Dinamis dengan sentuhan Thrash Riff elemen yang tidak banyak Gw jumpai di Scene tanah air, Death Metal dengan sentuhan yang Unik dan Ganjil dengan beberapa Bar & Lick yang gak mudah ketebak setiap progresnya, dan ini tentang bagaimana COR mengkonfigurasi sebuah presisi komposisi semakin berani, sehingga gak bakal cukup sekali atau dua kali bagi Audiens bisa mencerna-nya. [link]

Advertisements

Founding new band

Previously, one of my friend starts record songs in a studio with his colleagues. Three samples of records given to me. First impression; the lyrics were on bahasa which has strong meaning; the instruments were wild-technical-trash-metal [as the other friend noted]; a bit too harsh in vocal but it is as good as this first recording. Currently this band has no name. I’m waiting to their launch, with their best songs and also cool name. As Riza said, the band had played in high school party on July then spent time exercise in studio four months later.

Foto: @ennocasper

A post shared by @ purchasedbyembassy on

Introducing: The Halfway Down band

The new story coming up, remember Over The Line? A band that I posted several months ago  in this blog? Now you call them The Halfway Down. Corrected, if you Google them, “The Halfway Down band” there is only one that exists. A band by Dugi, Rahadian, Ilham, Bima, and Fery Hendrawan.

Check out our new song! Link in bio.

A post shared by The Halfway Down (@thehalfwaydown) on

They describe their band as an alternative rock, pop rock, and pop punk band. I hope so. You can download their single titled “Shattered Love” as free right here,  then shared with your gangs, share on your social media accounts, we need to gain more listeners as possible.

Our performance at an acoustic competition. So stoked for the next event!

A post shared by The Halfway Down (@thehalfwaydown) on

The Halfway Down, Reverbnation click here,  Instagram click here.

Teenage girls badass hobby: started metal bands – Voice of Baceprot

Something unique is valuable to note, this story is one of them. The Guardian  rote the story of a group of teenage girls from Indonesia have come up with something much more badass hobby: they started a metal band named Voice of Baceprot [VoB]. The band is three teenage girls; Firdda Kurnia, Eusi Siti Aisyah, and Widi Rahmawati.

In foreign these three teenage girls sound to be an agent of feminism, something fresh to feminism and rebel-action. As muslim wearing hijab, plays metal music, and do headbang.

Quoted from BUST,  an online media focused on feminism: “They’ve released four songs, which bravely tackle social issues like religious tolerance, the environment, and education that they hope culminate in an album in the future.”

Voice of Baceprot have been appeared on Kompas TV. You can watched them on Youtube. I won’t embedded in this blog. Yesterday, they have a show collaborated with Superman is Dead [SID] in Jakarta Fair 2017. Like them and see things on their Facebook.

Band uji coba: Over The Line

Seorang teman yang seminggu ini absen kuliah, Eno namanya, meminta saya mendengar lagu dari band yang dia manajeri: Over The Line namanya. Genrenya, alternative rock dan sejenisnya. Jika kamu mencarinya di Google, kemungkinan besar yang keluar adalah Over The Line band yang berasal dari luar negeri, tepatnya Arlington, Virginia.

Yang saya tulis di sini, Over The Line dari Indonesia, tepatnya Solo, Jawa Tengah. Over The Line satu ini, band dalam tahap uji coba (istilah macam apa ini?). Trial and error. Sudah memiliki enam lagu, tapi baru merekam satu lagu. Itu pun ada kekurangan yang mengharuskan lagu itu direkam ulang. Suara vokalisnya fals, katanya. Tapi, di telinga saya sih bagus-bagus saja.

Terlebih, karena masih di tahap uji coba, band ini belum memiliki akun sosial media. Mungkin, nama mereka ganti setelah tahu ada band lain yang menggunakan nama yang sama.

Lagu mereka yang akan direkam ulang itu, “Shattered Love” judulnya. Saya memiliki file-nya dalam format MP3. Tapi, belum diijinkan menguploadnya di sini.

Enno: “Nanti aja lah. Tunggu kita bikin logo dulu. Versi rekaman kedua aja yang diupload. Semoga lebih bagus dari yang ini.” 

Baca juga: interview WTNSS band [Malaysia], klik di sini.

MTB: Interview Danny Supit dari Sequel Of Sunday

Ini adalah hasil obrolan dengan Danny Supit dari Sequel Of Sunday. Sebetulnya, saya menginterview Danny dan Raga, tapi, karena dijadikan satu artikel blog akan banyak menyita tempat dan waktu, jadi saya putuskan membuatnya jadi dua artikel interview. Simak, Ariesusduabelas (A) berbincang dengan Danny Supit (D). Semoga suka!
Continue reading