Tong Kosong Berbunyi Ferrari

Saya membuat beberapa plesetan peribahasa bahasa Indonesia. Ide ini berawal dari Adik saya yang diminta gurunya menghapal sepuluh peribahasa. Agar mudah saya sarankan dia memplesetkannya saja. Ternyata sama saja, dia tidak mampu menghapalnya. Malah, peribahasa plesetannya malah ia hapal betul.

Beberapa peribahasa yang diplesetkan.

Air dangkal tanda tak dalam.

Ada udang dibalik udang ada.

Seperti telur dadar di ujung sendok.

Berita terakhir, Adik saya bercerita soal ia diminta menulis sepuluh peribahasa itu sebanyak sepuluh kali di kertas karena hanya hapal empat peribahasa. Sebuah hukuman yang tak masuk akal. 

Wadehel ya!

*

Advertisements

Beberapa dari Tulus

Ibu mencintai anaknya. Anak menggantungkan mimpi lebih tinggi dari langit. Ibu ingin anak bahagia. Anak ingin ibu bangga. Satu-satunya cinta yang murni dan masih ada, adalah empat kalimat yang baru saja kamu baca. Mungkin.

*

Bersenang-senanglah, karena waktu kita terbatas. Bersedihlah dengan batas ruang yang kita buat sempit. Jangan beri dia tempat yang luas. Dia pembunuh.
*

Nona

Banyak hal yang tidak akan pernah berubah darimu, nona.

Membangun mimpi untuk kelak kami runtuhkan sendiri.

Memberi kebahagiaan dan membuat kami takut saat kamu hilang.

Melembutkan kerasnya pikiran, saat kami sangat ugal-ugalan.

Seperti pergi, tapi sebenarnya tetap di sana dan membuat kami tidak akan pernah lupa.

Menjadi figur yang berharga dan kami jaga.

Menjadi harapan satu-satunya, saat ada nyawa lain yang kami harapkan hadir.

Memberikan begitu banyak sudut pandang, saat membuka matapun kami tak sanggup.

Lebih dari sekedar logam mulia, lebih dari sekedar tumpukan angka-angka.

Kamipun tau, jauh di dalam hati nona, kami juga punya tempat yang sama. Nona hanya lebih memilih diam. Nona enggan sering memuji.

Nona ingin kuat.

Nona takut bila kami tinggalkan.

**

Semua ditulis Tulus. Salah seorang musisi yang saya kagumi.

Funky

Hal yang menarik di semester ini selain jadwal kuliah yang asyik adalah.. menemui kelas dosen funky tiap minggunya.

Tanpa menyebut nama mari bercerita.

Beliau lulusan UGM. Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri saat ini, adalah adik kelasnya. Usia kira-kira limapuluhan lebih. Rambut sudah memutih.

Tapi Beliau funky.

Tanpa perlu tahu apa arti funky sebenarnya mari bercerita.

Di kelas Beliau humoris sekali. Saya heran dengan jokes yang Beliau selipkan di antara materi. Segar. Tepat sasaran. Tapi, apa yang disampaikan bisa dipahami.

Dan.. yang membuat saya sering geli adalah bahasa inggris yang Beliau ucapkan. Terdengar lucu karena pengucapan dengan logat jawanya. Dan sering salah konteks, tapi pede.

Meski begitu, Beliau sepertinya teman diskusi yang menyenangkan. Tiap mahasiswa menimpali ucapannya, ia membalasnya dengan yang lebih lucu. Kadang, saat mahasiswa berseloroh sekenanya dibahas dengan sangat akademis dan terpelajar.

Selain itu, Beliau juga update terhadap isu yang terjadi dan tahu apa yang mahasiswanya gemari. Tidak dikira di usia segitu, Beliau bisa mengoceh tentang ‘fenomena dedek gemes’, ‘pengaruh Drama korea terhadap pembentukan selera remaja wanita Indonesia’ dengan sangat intelek dan lucu.

“Saya punya teman. Kasihan dia. Harus jadi tukang parkir di Gang Dolly supaya penelitiannya tentang PSK di sana valid. Kalau saya pasti gak mau, bukan masalah apa-apa, cuma takut ndak kuat iman.”

Sleepwalk

Adalah salah satu judul lagu karya Santo & Johnny. “Sleepwalk” sendiri merupakan lagu instrumental yang enak sekali didengarkan kapanpun di manapun. Tapi suasana lebih terasa jika didengarkan ketika sedang suntuk. Lagu tersebut satu-satunya yang saya suka dari sepuluh lagu yang coba saya dengar rekomendasi seorang kawan, “musik depresif” katanya.

Busy

Saya pribadi, khusus untuk musik depresif belum bisa jauh-jauh dari Radiohead. Dipilih satu secara acak, lagu paling depresif Radiohead saat ini ada di album In Rainbows berjudul “Jigsaw“.

Btw, jika ada keinginan untuk mendengarkan lagu depresif versi keras, deathcore, silakan tambah ing di belakang sleepwalk, “Sleepwalking” dari Bring Me The Horizon.

Multiply

UPDATE!!

Setelah berhari-hari tidak menampakkan batang hidungnya hari ini saya membolos kuliah sehari (dalam tujuan baik) untuk mengupdate blog ini.

Karena tidak ada ide, simak saja link-link artikel menarik pilihan dari saya:

1. Tulisan jurnalis Rollingstone Indonesia Adib Hidayat di Multiply-nya https://web.archive.org/web/20070905174935/http://adibadib.multiply.com/journal

2. Tulisan mantan jurnalis Soleh Solihun yang juga di Multiply-nya https://web.archive.org/web/20070520162923/http://solehsolihun.multiply.com/journal

3. Tulisan dari blog Karlina Octaviany a.k.a Jurnalin saat menginterview Clubeighties https://jurnalin.wordpress.com/2012/07/24/clubeighties-lima-orang-goblok-dikumpulin-jadi-satu/

4. Multiply-nya Wenz Rawk a.k.a Wendi Putranto https://web.archive.org/web/20080202091934/http://wenzrawk.multiply.com/journal?

Sudah itu saja.

Silakan dinikmati.