Pengalaman buruk sebabkan ateisme?

Dari data penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar penyebab subjek menjadi ateis ternyata dipengaruhi oleh faktor ideologi yang dipahami oleh subjek. Hal tersebut berhubungan dengan kekecewaan subjek terhadap pengalaman dari penerapan dalam ideologi agamanya yang mendorong sikap pemberontakan subjek. Dalam penelitian ini subjek lebih mengacu dan mengingat kehidupan dari masa kecil hingga masa remajanya (baik itu dalam lingkungan masyarakat maupun lingkungan keluarga) yang lebih tertuju dan diporsikan dalam pengalaman-pengalaman buruk dan kurang menyenangkan sebagai sesuatu yang mempengaruhi dan membangun cara pandang serta pemaknaan terhadap hidup yang subjek terapkan pada saat ini dalam kehidupannya.

Diambil dari bab kesimpulan penelitian Ricky Sulistiady berjudul, “Gambaran Makna Hidup Pada Penganut Ateis” [Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma].

Pers Komunis

Kuba pada 2016, berada di posisi 171 dari 180 negara dengan penyensoran ketat bagi pers-nya. Ini berdasarkan data dari World Press Freedom Index.

ANTARANEWS, pada 2013 melaporkan seorang penulis blog asal Kuba mengecam sensor terhadap pers dan peraturan pembatasan kebebasan media oleh otoritas Kuba. Ia berkomentar terhadap televisi, radio, koran, dan majalah yang semuanya dimiliki pemerintah.

Sebagian besar rakyat Kuba, dinilainya, masih bergantung pada informasi yang diberikan oleh media milik pemerintah.

Masyarakat Kuba sendiri, dilarang menghabiskan sepertiga dari pendapatan bulanannya untuk mendapat akses internet selama satu jam.

Di Kuba, hanya pegawai sipil, ilmuwan, dan para guru yang bisa mengakses internet selama bekerja, sedang layanannya di rumah-rumah masih dilarang.

Di belahan dunia lain, Indonesia khususnya, sedang gencar-gencarnya melawan hoax karena warga negaranya diberi kebebasan yang luas.

Sepenggal dongeng bulan merah

Tengah malam itu, malam tatkala aku melihat penggalan kepala Lidia disusun dengan kepala-kepala orang lain, aku mencari cara mengambil mayat Lidia. Mayat bergelimpangan di jalan-jalan kampung. Hanya orang gila yang mau mengurusi pemakaman mereka. Darah masih menyembur dari tubuh-tubuh lain di tempat lain, perang masih terbakar dan membakar, ketegangan belum sedikit pun mereda. Berbahaya kalau ada orang memindahkan mayat-mayat dari jalan, bisa-bisa dari jauh sebatang anak panah atau mata tombak melesat masuk ke jantung atau kepala.

Tetapi aku tahu, aku harus mengambil risiko. Aku tidak bisa membiarkan tubuh dan kepala Lidia tergeletak di jalan begitu saja dan tidak berbuat apa-apa.

[Metafora Padma, Bernard Batubara]

Sudah selesai membaca kumpulan cerpen 157 halaman ini. Menarik, terutama di tiga cerpen terakhir. Saya sendiri, menyukai cerpen berjudul Kanibal. Cerpen yang absurd sekaligus horor. Sementara yang saya kutip di atas, ada di cerpen berjudul Sepenggal Dongeng Bulan Merah. Mengambil tema konflik antar suku.

Baca juga: Gru [kutipan lain di Metafora Padma]

David Karp’s favorite things to do on the weekend

David Karp, on INC.com’s The Way I Work series: “One of my favorite things to do on the weekend is take road trips. I just joined the classic ca club in Manhattan. You can pay an annual fee, which gives you access to all these cool cars. My girlfriend and I took a 1996 Porsche 939 Carrera 4S up to Montreal one weekend. It was amazing. We’ve also taken trips to Boston and Maine. Other times, we’ll jump on the Vespa and drive around the city. We might have brunch at our favorite place in the East Village, then pop over to see friends in Brooklyn before heading back up to onion square to see a movie.

Also, see my instagram feed.