Waktunya in,

Mungkin ini adalah salah satu berita yang saya highlight kemarin, “Amblesnya IHSG dan Rem Darurat COVID-19“. IHSG terperosok lebih dari 5%. Saya highlight karena menawarkan kesempatan membeli saham-saham yang masuk watchlist di harga yang murah. Target harga masuknya belum ada yang pas, sayangnya. Tapi kemungkinannya akan ‘hit’ pada waktunya. Sudah install aplikasi trading dari sekuritas lagi — karena kalau selesai urusan beli saya biasanya uninstall aplikasi tersebut agar tidak pantau harga terus. Saham watchlist saya ada di sektor pertambangan dan konsumer. Itu saja. Sampai tulisan ini ditulis saya belum beli apapun.

UPDATE 14 SEPT: IHSG positif, saya ketik ini jam 10.00 a.m., positif 2.23%. Yang jelas belum sempat beli saham apa-apa jumat dan senin ini kemungkinannya. Masih dalam posisi pantau dan sabar. Hahaha.

Hyper privileged twerp

Chris Paul worked his whole life and won a scholarship to Wake Forest University. Jared Kushner’s father bought the spalpeen’s way into Harvard. LeBron James worked his whole life to get rich. Jared Kushner married his way into a family of grifted wealth. Giannis Sina Ugo Antetokounmpo began his life as a stateless Nigerian migrant in Greece, and he’s now the NBA’s Most Valuable Player. Jared Kushner began his life as a privileged twerp and he’s now…a hyper-privileged twerp.

More at Esquire.

Kenapa harus tua dan mati?

Saya harus akui, malam dalam perjalanan pulang itu, saya merasa kehilangan akan masa muda saya. Saya merindukan semangat dan kekuatan yang dahulu pernah saya miliki. Kulit yang kencang dan sekarang keriput. Semangat untuk selalu maju dan berlari. Sekarang ini naik tangga saja sudah terengah-engah dibuatnya. Dalam hati saya bersuara lirih. “Kenapa sih harus tua dan mati?”

Samuel Mulia, Kompas, ‘Reuni‘.

Mengalahkan dengan menghancurkan

Dini hari nanti pertandingan akbar itu akan digelar: PSG VS Bayern Munchen. Saya, ngikut Coach Justin, bahwa pemenang UCL musim ini adalah pemenang laga Bayern VS Barcelona. Barca habis 2 – 8, so, saya menjagokan Bayern. Walau, kemarin saya menjagokan Inter tapi yang juara malah tim Spanyol, Sevilla. Dengan Bayern, saya ingat kata ‘German Effectiveness’. Dengar beberapa podcast, terutama Box2BoxID terkait hal tersebut. Bayern tidak memberi kendor serangan meski sudah unggul. Mengalahkan dengan menghancurkan.

Untuk pertama kalinya nyoba deposito

Awalnya klak-klik, sampai akhirnya saya klik dan masukkan pin untuk membuka deposito pertama yang pernah saya miliki. Pertama kalinya. Milenial, awam, investasi pertama kali yang dimiliki justru adalah reksadana. Berlanjut ke saham. Berlanjut ke P2P Lending. Dan deposito malah yang terakhir. Thanks to digibank by DBS akhirnya punya deposito, malah bisa beli obligasi juga, cuma saya belum paham benar mengenainya.

Saya ambil deposito dengan tenor 1 bulan. Awal mula yang konservatif untuk instrumen investasi yang sangat konservatif juga. Menariknya, deposito meski baru beli malah lebih banyak porsinya dibanding investasi di P2P lending — saya pakai KoinWorks. Besok minggu, saya mau lihat juga sih bagaimana porsi detailnya lewat AKSes-nya KSEI.

Your phone

Guardian reader comments on this article, ‘How to escape your phone and other lifehacks

Comment 1: “I have used my phone for various things, off and on, over the years. Now, it’s only a phone and a text messager and, once in a blue moon, a camera. I have disabled just about everything else on it. For every other computing need, I use a laptop. This is really not rocket science, people. I’m not kidding myself that so many people urgently need to contact me that I have to check emails more than once or twice a week. If anyone really needs to speakto me, hey, I’ve got a mobile phone, so they can use that.”

Comment 2: “Good on you. I have a job where I need to check my email several times a day, including on the weekends. Since I mainly communicate with students I don’t mind. And I love having a portable camera with me all the time because I love taking photographs! We spend so much time complaining about our phones that we forget how incredibly useful they are, essentially an electronic Swiss Army knife.”