Bank gencar dekati fintech

Bank mulai mengandalkan fintech untuk menjadi penyalur kredit. Satu persatu kerjasama bank dan fintech mulai terjalin. Misalnya, antara PT Investree Radhika Jaya atau Investree yang baru saja bekerja sama dengan BRI Agro.

Direktur Sales dan Bisnis Investree, Salman Baharudin mengatakan, BRI Agro akan menjadi institusi lender untuk Investree yang bentuknya seperti loan channeling. “Ada kesamaan model bisnis sehingga ke depan dapat memperluas lagi cakupan nasabah baik dari BRI Agro atau sektor lain yang terkait dengan UMKM Lain, “kata Salman, Kamis (9/1).

Pada tahap awal BRI Agro menyediakan Rp. 100 miliar untuk program kerjasama dengan Investree. Sebelumnya Investree juga sudah menggandeng Bank Mandiri. Ada juga Modalku dengan saat ini bekerja sama dengan bank yaitu PT BPR Varia Centralartha (Bank Varia), PT Bank Sinarmas Tbk dan bank lain.

Ini laporan Ahmad Ghifari untuk Kontan.

Strategi operator seluler gaet pelanggan

Ini laporan dari Leo Dwi Jatmiko untuk Bisnis Indonesia, “Simalakama 2 Jalur Kartu Perdana”.

Pada Juli 2019, Smartfren mengumumkan telah memiliki layanan sim tanam atau embedded sim khusus untuk gawai bermerek iPhone.

Dengan kartu tersebut, Smartfren berusaha mengatasi kegundahan pengguna iPhone yang selama ini haya dapat menggunakan satu nomor, akibat slot kartu di iPhone hanya diperuntukkan satu kartu.

Melalui teknologi ini, Smartfren menargetkan 200.000 pelanggan baru yang juga pengguna iPhone.

Apa saja keuntungannya?

Pertama, Smartfren mendapat pelanggan baru dan peluangnya sangat besar, sebab hanya Smartfren yang memiliki e-SIM saat ini di Indonesia. Kedua, rata-rata pendapatan Smartfren yang dibukukan dari pelanggan pengguna e-SIM juga sangat potensial, sebab pengguna e-SIM diperkirakan orang yang memakai iPhone keluaran terbaru, dengan strata ekonomi kalangan atas. Ketiga, Smartfren tidak perlu mengeluarkan biaya untuk produksi kartu sim fisik atau sim tradisional.

Telkomsel pun melakukan terobosan. Dengan produk bernama by.U yang merupakan layanan provider serba digital dengan kelebihan memberi kebebasan bagi pelanggan untuk mengustomisasi paket yang akan dibeli.

Melalui produk ini, Telkomsel berusaha mengincar peluang pangsa pasar 44 juta pelanggan muda yang tersebar di seluruh Indonesia. Telkomsel menargetkan hingga akhir 2019 dapat merangkul 200.000 pelanggan baru.

Menjadi sinyal penggerus keuntungan pemilik konter-konter pulsa. Beli pulsa bisa lewat M-Banking, aplikasi toko online – dengan cashback yang rupa warnanya, Alfamart dan lain-lain. Bisnis dari penjualan kartu seluler pun akan langsung ditangani oleh provider, apalagi jaman menghendaki adanya e-SIM. Sebelumnya pemerintah juga membatasi layanan kartu seluler dengan NIK.

Barang halal bisa mengalahkan barang haram

Terhenyak sejenak dengar ceramah Gus Baha’ tentang ekonomi halal:

Allah itu punya sunah, di mana orang yang punya tabungan tentu lebih baik dari yang tidak punya tabungan. Dan Allah juga punya sunah bahwa barang halal itu juga berbungan seperti barang haram.

Kalau pemikir modern kan janggal, bagaimana mungkin Pak Baha’ barang halal bisa berkembang biak kayak uang haram. Kalau uang haram kan ada deposito nanti ada bunganya, sehingga uang mudah tumbuh. Bagaimana Anda bisa meyakini dengan model halal bisa tumbuh.

Jawab saya gampang, “Allah punya sunah barang halal juga bisa tumbuh.” Sekarang misal, ada anak lahir, oleh bapaknya didepositokan uang 1 miliar – 1 miliar ini akan tumbuh, karena deposito punya bunga.

Lalu ada Pak Haji punya uang 1 miliar, dibelikan sapi semua. Nanti tingkat pertumbuhan sapi dengan deposito malah cepat sapi. Sama-sama uangnya semiliar. Paham, ya? Artinya kamu jangan pernah yakin pertumbuhan haram itu lebih hebat dari pertumbuhan halal. Selama ini kita kan bodoh, masa’ barang halal bisa mengalahkan barang haram.

Sama halnya, ada bapak punya anak. Anaknya ini didepositokan uang sejuta. Dibanding anakmu lahir, kamu belikan ayam dengan nilai sama sejuta. Nanti kira-kira, perkembangan deposito dengan ayam tadi cepat mana? Cepat ayam tentunya.

Saat blog ini ditulis, Bukit Asam yang saya miliki telah dijual. Selanjutnya adalah kepemilikan di Polychem Indonesia (ADMG). Untuk ceramahnya ada di Youtube. Cari saja.

Wish you all the best

Walau telat, tapi selamat tahun baru 2020. Yang lewat biarkan lewat. 2019 jadi tahun leha-leha buat saya. Pencapaian dan hal baik di dalamnya tentu ada. Ada yang pergi, ada yang datang dan lahir. Ada pernikahan yang membahagiakan. Dan yang pasti, masih dalam suasana harmonis di rumah. Masih dengan orang yang sama dan mencintai saya dalam-dalam, saya pun demikian. Berbagi kasih. Banyak hal baik yang mengiringi saya tahun 2019. Buka rekening saham mandiri, mempelajarinya. Membeli reksadana pertama kali. Lebih banyak memudahkan urusan orang lain dibanding tahun lalu. Harapan di 2020 satu saja: lulus kuliah. Salah satu teman kuliah saya lulus cepat. Dia langsung lanjut pendidikan, awardee LPDP. Saya tak boleh larut leha-leha lagi tahun ini. Wish you all the best para pembaca sekalian.

Selamat natal!