Restful day 

Yesterday I did nothing. It was a day where internet completely took over all hours. I don’t know what happens; I feel stuck, bored, think rests is the best to do, then entire myself decided to do nothing. Going nowhere, just stay, in a room; watching Youtube, browse articles, read all feeds, and listen songs in Spotify. By the way, I’m not a korean-drama-lover guy but both “Dream High #1” and “Descendants of the Sun” are worth watching. I even watch the best scene [romantic scene] of DOTS in Youtube, quoted one-romantic quotes, beautifully said by Capt. Yu Si Jin: “You have so many men to worry about. Just worry about me from now.”

Song-Song ❤️

A post shared by Descendants Of The Sun(태양의 후예) (@descendantsofthesun.kbs) on

Okey, enough for this creepy thing. Hahaha.

Advertisements

Will not post everyday again

I try to post regularly and consistenly here, one post every single day is good enough. But, I have some problems to post a day. First problem, I have no idea what to post  day to day if promising post a day. Another problem, now I don’t have any device to blog since my laptop has been sold and my android based phone was broken.

On another note, I would like to congratulate to you all-bloghospere people- who has participated on simultaneous election on wednesday (15/02/2017). I’m glad this event only once in fiveyears. Very bored with Quick Count things and those commentators.

Thank you.

READ to: this and this.

Note: I think it would be nice to use english in writing this blog. If not, I will not try to learn writes good sentences in english. So, if you find any gramatical error just correct me. 😀

 

Talingo Gatel Hati Penasaran

​https://youtu.be/omtjhWekniQ

Menurut saya video di atas indah. Saya baru mendengar lagu ini pertama kalinya. Silakan cela saya, kenyataannya memang begitu. The Verve, ” The Drug don’t Work”.

Dua lagu lain yang saya tahu mungkin lebih menggelikan lagi, karena baru mendengarnya sekarang; “Wonderwall” dan “Don’t look back in Anger” dua-duanya lagu Oasis.

Kalau saja langganan Spotify, mendengarkan musik lebih mudah. Tinggal ketak-ketik lalu mendengarkan baik-baik. Sekarang merana. Mengumpulkan lima orang untuk langganan Spotify Family sulitnya minta bakso.

Apalagi, setelah membaca blog-blog atau tulisan tentang dua band di atas. Makin muntab saya. Telinga gatel pengin mendengar. Hati penasaran seperti apa kejutan yang mungkin datang.

Menulis Banyak Huruf untuk Diganjar Satu Huruf, Entah A, B atau C

​Wisata berbasis lingkungan, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner, wisata di alam liar bahkan wisata horor. Semua tersedia di Indonesia. Anda pilih mana?

Tentu semua disesuaikan keinginan, kebutuhan dan budget Anda. Tapi yang jelas, setelah semuanya tersedia di negeri sendiri, hal pertama yang dilakukan adalah berbangga hati dulu, lalu mengunjunginya satu persatu.

Saya kira, yang paling dibutuhkan untuk mengunjungi berbagai wisata yang ada hanyalah effort . Tentu hal ini selain mengidentifikasi destinasi wisata, menyiapkan

itinerary dan mencari info tentang apa yang menarik di sebuah destinasi.

Berikut kisah mengenai effort saya yang sangat memprihatinkan.

Saya sering menyalahkan diri kenapa saya ini begitu malas ke mana-mana. Betapa saya sering melewatkan hal-hal yang menakjubkan di sekitar begitu saja.

Setelah lebih dari sembilan tahun di Jakarta saya baru tahun lalu bermain ke Kepulauan Seribu. Pulau itu begitu mengesankan dan membuat saya rindu untuk mengunjunginya kembali.

Sebagai salah seorang yang sempat jadi warga jakarta walau temporer, saya menyesal hanya mengetahui Jakarta dari Monas, Kota Tua, Kemang atau Ancol saja. Padahal, ada banyak sisi lain Jakarta yang belum terjamah.

Beberapa dari kita, terlebih saya, lebih senang menikmati weekend di rumah saja. Menonton DVD, memakan camilan sambil membaca buku, tidur atau bersepeda. Padahal, banyak sudut di sekitar kita yang menawarkan pengalaman yang menarik.

Hari sabtu pagi, sering saya tergoda untuk menonton video di Youtube, tenggelam di internet. Tidak heran mengapa saya begitu kampungan saat pertama kali mendaki dan kelelahan di hamparan lapang di gunung Merapi.

Pasar Bubrah Merapi

Belakangan hamparan lapang itu saya tahu adalah Pasar Bubrah. Tempat yang katanya pasarnya hantu dan sejenisnya.
Ada kesenangan maupun kengerian tersendiri setelah sampai rumah. Ada kenangan yang mengawang, mungkin saja saya tidur disaksikan makhluk tak kasat mata.

*

Bicara soal seperti apa wisata yang baik, tentu setiap orang memiliki pandangannya masing-masing.

Bagi seorang yang memiliki budget lebih, atau kalangan atas, biasanya memiliki kriteria yang lebih dibanding lainnya.

Tujuan wisata mereka tentu tempat wisata dunia, yang telah terkenal seantero dunia. Urusan penginapan memilih yang hotel berbintang. Akomodasi yang memudahkan dan, tentunya berkelas.

Tapi, pada umumnya, dalam menentukan destinasi wisata, wisatawan ingin segala sesuatunya mudah. Apalagi pilihannya banyak.

Urusan menginap, dari hotel bintang lima sampai penginapan sederhana ada. Urusan perut, banyak pilihan dari restoran mewah sampai kaki lima. Tinggal budget dan selera yang menentukan.

Mari berbicara Bali. Saya mengunjunginya saat SMP. Sebuah destinasi wisata dunia yang Indonesia miliki.

Bali memiliki tiga hal pokok; sea, sun dan sand. Alamnya juara. Budayanya memikat dunia. Infrastruktur juga sudah baik, baik itu lewat udara, air maupun jalur darat. Bandara kelas Internasional, Pelabuhan, Stasiun semua memadai.

Silakan baca review tentang berbagai destinasi wisata di Bali dan kebanyakan Anda akan menemui review yang positif. Sulit menemukan

review buruk dari wisatawan setelah merasakan wisata air di Pantai Kuta, bersantai di Seminyak, menyewa perahu mengelilingi Tanjung Benoa.

Artinya, Bali sukses membangun pariwisatanya.

Tak ada halangan jika ingin mencapai Bali. Arus turisme massal pun terjadi. Ekonomi meningkat.

**

Sebelum memutuskan untuk pergi ke mana, tentu kita membuat jadwal, seperti waktu dan berapa lama akan di sana. Hanya numpang lewat atau menginap.

Di jaman digital, tentu semua menjadi mudah. Termasuk saat memutuskan wisata.

Sudah jadi rahasia umum sebelum memutuskan sebuah destinasi, orang cenderung mencari info sebanyak-banyaknya tentang destinasi yang akan dituju.

Jadi, perkiraan apa yang akan didapat di sana pun bisa dibuat. Mana saja yang akan dikunjungi, makanan khas yang wajib dicoba, suvenir apa yang akan dibeli.

Dan hebatnya, berbagai macam informasi yang sifatnya review bisa didapat dengan mudah. Hanya bermodal handphone dan koneksi internet.

Mau cari review tentang hotel ada, situsnya banyak. Restaurant? Melimpah ruah. Agen travel yang bagus? Silakan baca blog-blog personal para traveller, cari yang bagus sekaligus murah.

*

Intinya, tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi sudut-sudut menarik di negeri ini.

Yang dibutuhkan hanya tiga; budget , tujuan dan kemauan. Tentu ini dari sudut pandang saya.

Budget bisa dicari. Tujuan bisa ditentukan. Kemauan untuk menjelajah tiap orang pasti ingin.

Saya sendiri masih ada misteri. Kenapa tujuan dan kemauan tidak sinkron dengan budget .

Catatan: Ini adalah tugas UTS mata kuliah Budaya dan Pariwisata. Tiap mahasiswa diminta membuat karangan berdasar kata yang dipilih oleh dosen pembimbing. Semakin banyak kata yang berhasil dirangkai, semakin baik nilainya.

“President Obama Will Go Down as Perhaps the Worst President in the United States!” Donald Trump said on Twitter

Presiden Obama membaca tweet pedas dari Donald Trump di acara Jimmy Kimmel. Respon Obama pun cerdas, “Hei Trump, at least I will go down as a President.” Paling tidak, dari responnya kita tahu Obama meragukan Trump benar-benar menjadi Presiden Amerika Serikat.
Barack Obama reads Mean Tweet from Donald Trump.

Seharusnya ada segmen seperti ini juga di Tonight Show-nya Vincent dan Desta.

Tidak ada Judul

Sejak dulu saya mengincarnya. Jauh sebelum saya mengenal seorang lain yang membuat saya berbunga. Dulu saya mengharapkannya betul-betul. Saat ini, kesempatan itu terbuka lebar. Tentu saya tidak akan melepas kesempatan itu. Pun tidak menggenggamnya terlalu erat. Jelas itu tidak baik. Tidak baik bagi saya ataupun dia nantinya. Saya nantinya terlalu menguras tenaga, dia pun merasa tidak nyaman.

Tapi, sejauh ini, sepertinya saya membuatnya nyaman.

Free

Dan dari beberapa kalimat yang telah kamu baca, jangan sekali-kali berpikiran saya sedang jatuh cinta. Tenang, ini hanya fiksi.

The Doors

Saya suka mendengarkan musik. Terlebih ketika musik itu baru dan asing di telinga saya. Lagu-lagu The Doors salah satunya. Walau tidak terlalu menempel di telinga musiknya. Tapi The Doors menawarkan musik ‘strange’ yang saya rasa gabungan dari rock dan blues. Sejauh ini musisi lawas yang saya gemari masih sebatas nama The Beatles dan Bob Dylan. Saya bahkan belum mendengarkan efek magis dari Velvet Underground seperti apa.

Jim Morrison Tribute #1

Favorit:

“Been Down So Long”

“Crawling King”

“Easy Ride”

“Light My Fire”

“People are Strange”

“Riders on the Storm”

“Touch Me”