Psychology of sports betting

AFP, “Betting is all about making the right decision when the time is right. You need to be calm, well-rested and relaxed. If you gamble all the time you will simply never be. Focus on your goal and try your best to make it happen.”

Soal Verval Ponsel Kemdikbud

Kemarin, saya ada bantu teman yang pusing dikejar deadline. Dia OPS di sekolahnya. Wiyata Bakti, ceritanya. Dia cerita kalau semenjak Kemdikbud meluncurkan program bantuan kuota internet waktu istirahatnya terserap kebangetan banyaknya. Saya baca berita, kendalanya di sistemnya. Ini dari SindoNews:

Proses entri data dan verval data nomor HP siswa ke aplikasi juga banyak dikeluhkan oleh operator sekolah karena ketidakkonsistenan aplikasi yang digunakan. Terutama dari sisi akses, karena banyaknya sekolah yang menggunakan aplikasi tersebut sehingga proses entri menjadi sangat lambat. Bahkan ada juga kejadian bahwa nomor HP yang aktif tapi tertolak ketika dilakukan verval di aplikasi. Kesulitan-kesulitan yang timbul mengakibatkan operator sekolah hampir 24 jam berada di depan layar komputer karena harus terus memonitor perkembangan entri data dan verval. [Link]

Kalau saja lancar, proses verifikasi itu harusnya selesai dalam 30 menit. Tapi, website Verval Nomor Ponsel Kemdikbud itu bapuknya bukan main. Saya bilang ke teman saya, ini bukan masalah sinyal internet, laptop lemot, browser Chrome yang perlu direfresh, ini memang website-nya. Entah server atau hosting-nya yang jelek. Walau, sering ya yang swasta lebih baik daripada yang pemerintahan.

Salah satu komen dari Twitter:

Facebook pengunjung berjuta-juta, diakses cepat-cepat saja. Shopee. Tokopedia. Vimeo. Twitter, dan lain-lain. Padahal bisa upload foto, video, teks, macam-macam.

Kemarin, saya dan teman di depan laptop dan website itu hampir lima jam. Padahal prosesnya sederhana sekali. Cuma unduh SPTJM, mencetak dan menandatangani oleh Kepala Sekolah dengan materai lalu di-scan, diupload lagi.

Tapi websitenya, astaga. Login, logout. Muter-muter saja di situ. Pengaksesnya banyak, jelas, deadline verifikasinya tinggal 10 jam lagi. Kadang sudah bisa masuk ke unggah SPTJM, tapi tombol upload-nya tidak ada! Javascript nyala, open to all. Musti diberesin lagi sih urusan teknologinya. Wabilkhusus website dan aplikasi pemerintahan. Kadang susah diakses, sering error, kaget waktu diakses warga yang berjuta-juta.

Waktu lima jam — padahal niatnya mau berkeliling kota — dalam hidup terbuang konyol karena proses verval ini. Kalau saja lancar semua, harusnya tak makan waktu yang selama itu. Dan si teman, telah semingguan ini tak tenang. Kadang set alarm jam dua dinihari demi verval ini, dan website sedang proses perbaikan. Kalau website online, hanya putar-putar saja layar diam tak berubah. Menunggunya itu yang sakit.

ACC, Pak

Interaksi keduanya terasa menggemaskan dan penuh ke-uwu-an tiada tara sampai aku pusing ngga kuat. Di balik sikapnya yang jutek, Pak Danial ternyata suka melempar kode cinta. Sedangkan, Olivia yang menjadi incarannya malah tidak peka. Konflik novel ini berkisar Olivia yang kesulitan mendapatkan acc skripsi dan masalah hatinya dengan Pak Danial. Jadi, bisa dibilang konfliknya cenderung ringan, tapi berisi. Pada puncak konfliknya berhasil diceritakan dengan baik dan bikin deg-degan pas baca. Kekurangan novel ini adalah peran Pak Aria sedikit kurang menonjol, padahal sebagai dosen pembimbing at least punya pengaruh yang lebih besar. Sifatnya Pak Danial digambarkan cukup posesif, tukang ngatur, dan ehm toxic masculinity-nya tinggi. Maksudku, masa’ pergi ke kondangan nggak boleh pakai make up? Kemudian, di kalimat penutup di bab awal terasa nggak pas, menggantung, jadi agak jumpy gitu. Namun, di pertengahan sampai akhir bab sudah membaik. Secara keseluruhan, Acc, Pak! bisa menjadi bahan bacaan yang ringan, menarik, dan enak untuk diikuti.

Ini review buku dari salah satu kawan kutu buku, baca utuh di sini.

Daftar Prakerja gelombang ke delapan

Lima menit ketak-ketik, lalu jadi. Saya daftar program Prakerja. Ikut gelombang ke delapan provinsi Jawa Tengah. Dibuka tanggal 10 – 14 September (hari ini). Lolos tidaknya akan saya update di sini. Saya tahu program ini lama tapi karena belum lulus kuliah, buat apa daftar. Tapi akhirnya daftar juga karena jadi perbincangan di lingkungan sekitar. Tentu, ingin tahu, seperti apa programnya, manfaatnya, seberapa optimal pelatihan daringnya. Yah, semoga lolos dulu sih di pendaftaran pertama ini. Kalau gagal, coba terus sampai berhasil. Siapa tahu benar-benar bisa meningkatkan kompetensi saya. Oh ya, yang diobrolkan lingkungan sekitar lebih ke bukan meningkatkan kompetensi setelah ikut Prakerja ini tapi lebih ke insentif per bulan IDR 600.000 tiap bulan selama empat bulannya. Nah, lho.

Daan.. ini laporan yang saya baru baca dari Tirto: “Pendaftar Prakerja Gelombang 8 Tembus 4 Juta, Kuota Hanya 800 Ribu“. Kalau 4 jutanya tepat, probabilitas saya lolos adalah 1 : 5, entah itu cukup kecil atau besar ya.

UPDATE 15 SEPT: Notif di Prakerja saya, “Kamu belum berhasil”, sesuai dugaan dan kemungkinan lolos yang cukup kecil tentunya. Saya akan tunggu batch berikutnya untuk daftar. Begitu terus sampai batch Prakerja terakhir di 2021 ditutup.