Sedikit update sahaja

Sedang tidak memiliki banyak waktu untuk streaming dan nonton olahraga. Banyak pertandingan seru di Australia Open. Bahkan ada satu laga tenis yang ketat sekali. Saya lupa siapa lawan siapa. Cuma liat di Sofa Score laga itu memakan waktu 5 jam 14 menit. Kompetitif sekali. Petenis ungggulan menang set 3 – 0. Beberapa petenis non unggulan malah superior, juga ada. Ada beberapa petenis favorit yang saya sangat usahakan untuk tonton match-nya di Australia Open ini. Monfils, Federer, Rublev, dan Schwartzman.

Dari sepakbola. Man United kemarin kalah ya dari Burnley. Juventus menang di Coppa lawan Roma. Cukup sesuai prediksi. Solskjaer sepertinya harus mundur, seperti apa yang dibilang Pangeran Siahaan di Box2Box edisi kemarin.

Di saham, PTBA per posting ini dijual di harga 2.400, well, saya sudah ancer-ancer mau masuk. Kalau bisa salah satu dari 5 hari di minggu depan bisa mulai masuk. Rentang harganya, ada deh. Soal dari emiten pertambangan, tiga seksi. Bukit Asam itu seksi, Harum Energy sudah seksi dividen juga besar, dan Adaro Energy yang dividennya dua kali. Tapi fokus utama tetap Bukit Asam karena milik negara.

12 kali

Seorang kawan ditawari kredit bank yang limit kreditnya 12 kali lebih besar dari saldo rata-rata tabungan bulanannya. Ini kredit personal, dan itu saya kira cukup berisiko. Karena online, tanpa agunan. Saya akan jauh-jauh dari saham perbankan. Bisnis bank juga akan tergerus oleh maraknya fintek, yang semuanya instan dan online.

Kembali ke Hikam

Memahami diri sendiri baru-baru ini. Ternyata, kalau sedang ‘galau’ dan diremuk-redamkan dunia, saya suka tengok Youtube dan balik mendengarkan ceramah Gus Baha’. Saya mengutipnya, tidak utuh tentu saja, hanya bagian yang menurut saya runut.

Usahakan sedikit sekali yang bikin kamu senang, maka akan sedikit sekali yang bikin kamu susah. Ada Kyai tanya saya, “Gus jenengan resepnya apa kok bahagia terus. Padahal gak pernah wiridan.”

Jadi ulama yang nulis AL HIKAM itu entah saking syukurnya atau saking angkuhnya, terserah Anda komentari, kamu harus yakin bahwa di sisa hidup Anda itu tidak akan maksiat lagi. Sehingga kalau pun ditakdir maksiat anggap saja itu yang terbaik. Siapa yang menganggap bahwa dia gak mungkin bikin dosa sampai mati berarti dia menganggap kalau Tuhan itu lemah. Continue reading

Australia open, open

Banyak laga tersaji di Australia Open ini. Matteo Berettini lawan Harris. Memang secara peringkat Berettini jauh di atas, tapi match-match sebelumnya ia tidak terlalu superior. Shapovalov kontra Fucsovics. Shapo kemungkinan besarnya menang dalam laga ini.

Kalau lihat data di Sofascore, ada 8 laga tenis ATP di jam 7.00 a.m. Satu lagi di jam yang sama dari WTP, yaitu Alexandrova Ekaterina lawan Jil Teichmann.

Beberapa petenis mayor bin unggulan juga dapat lawan yang menarik. Djokovic ketemu Struff. Tsitsipas ketemu Caruso. Federer ketemu Johnson.

Beberapa laga sudah dimulai. Saya tonton dulu.

Kemarin, Man United gagal mempersembahkan kekalahan pertama Liverpool musim ini. Saya sangsi, tidak ada klub yang bisa mengalahkan Liverpool kalau Van Dijk sehat walafiat begitu.

Komentar terbaik

Akhir-akhir ini jadi sering nonton TVRI karena ada badminton dan liga Inggris. Tiba-tiba sosok di balik kebangkitan TVRI, Helmy Yahya, dipecat. Detik melaporkan, salah satu alasan dipecatnya Helmy Yahya karena menayangkan siaran berbiaya besar: Liga Inggris!

Rublev is a much better mover and defender

Ini prediksi Last Word on Tennis:

In the Adelaide International final, Harris will face Andrey Rublev. The pair have never faced each other, but the 22-year-old Russian comes into the match as a big favorite. Having just taken his third ATP title last week in brilliant fashion, Rublev arrived in Adelaide with a lot of confidence. Although he might be getting a bit tired from his efforts now, one thing that can’t be overlooked is that Harris has actually spent a ton of time on the court too. While Rublev needed just three matches to get to the final here, Harris had to play both the first round and qualifying, which gives him six matches in Adelaide already. Dating to the start of the ATP Cup, Harris has actually played one more match than Rublev this year.

Coming back to Rublev’s route to the final, it was by no means easy. Sam Querrey, Daniel Evans, and Felix Auger-Aliassime all fell the victim to the Russian’s devastating forehand. The Canadian was particularly tough to beat and required just about three hours in absolutely dramatic 7-6(5) 6-7(9) 6-4 fashion.

As to the matchup, Harris will need to heavily rely on his serve. The South African hit 60 aces in his past four matches and he will need his delivery to be on that stellar level again. His second serve is also a much bigger threat than Rublev’s.

But that is probably where the positives end for Harris. Rublev is a much better mover and defender, which makes him more likely to come back from defensive positions to get on top in the rallies. The Russian also seems to have a much wider margin of error on his powerful shots and can construct the point much better than Harris, who often relies on that one big hit-or-miss blow. Rublev is also far more experienced in championship matches, having already played five of them on the ATP Tour. With all the confidence the Russian has at the moment, Harris is much more likely to flop under pressure.

Sepenuhnya, saya juga berada di sisi Rublev.