Teaching money – Kiyosaki

Robert Kiyosaki: “I’m not republican or democrat, I’m not blaming the republicans or the democrats but as you know, the laws are written for the rich, not the poor or middle class.”

“I get up and I think why are we flunking kids for algebra when they are never going to use algebra, and that 3 years of calculus, I never use calculus. But I use money every day.”

Advertisements

Grup Whatsapp Keluarga 

Keuntungan lain yang kuraih dari grup WhatsApp keluarga: aku jadi lebih pintar. Sungguh, lho! Kalau bukan karena grup WhatsApp keluarga, belum tentu aku tahu bahwa Luwak White Coffee mengandung babi. Haram! Sumber pasti valid karena ada dotcom-nya. Itu berarti dari situs berita, kan? Aku juga jadi tahu bahwa ada tanaman berbakteri yang diimpor langsung dari Cina; komunisme akan segera bangkit lagi; dan bumi itu datar. Yang terakhir ini sungguh revolusioner. Ternyata selama ini kita capek-capek sekolah hanya untuk dibohongi oleh guru IPA.

Belum lagi kalau ada yang berulang tahun. Wahai, grup ramai sekali dengan ucapan selamat! Baterai ponselku kadang sampai ngedrop. Tapi tidak mengapa, itu semua adalah ekspresi rasa sayang dan peduli yang teramat besar. Mengirim chat personal atau menelepon langsung? Ah, itu sudah ketinggalan zaman. Grup WhatsApp keluarga juga membuatku tidak pernah merasa kesepian. Pagi, siang, malam, selalu saja ada yang menyapa, sambil mengirimi kata-kata penuh semangat, foto-foto pemandangan alam yang mempesona, dan video-video lucu yang mengundang tawa. Ya Allah, indahnya berbagi.

Catatan tersebut, didapat dari main-main di blognya Andina Dwifatma, ‘Indahnya Grup Whatsapp Keluarga‘. Saya iseng mengetik namanya di Yahoo lalu menemukan blog pribadinya. Catatannya lucu dan usil. Dalam beberapa waktu ke depan bukunya yang rilis pada 2013, ‘Semusim, dan Semusim Lagi’ akan saya baca. Tidak sabaran.

The Essence of Subliminal Chaos

Saya sendiri baru tahu, Desember 2017 adalah jadwal rilis album kedua milik Crown of Rage, ‘The Essence of Subliminal Chaos’. Kutipan review dari Lost in Chaos:

Seriously, Crown of Rage [COR] hanya ingin menempatkan banyak perhatian pada package aransemen, dan COR tidak ingin tampil lebih mengerikan, tidak ada yang terlalu istimewa jika COR mendominasi musikal untuk keseluruhan materi penuhnya untuk selalu menempatkan hal-hal sederhana, jika seharusnya ada yang lebih fokus pada riff dan struktur keseluruhan daripada menghabiskan terlalu banyak waktu menjadi Fretboard Warrior. Mengusung warna Death Metal Dinamis dengan sentuhan Thrash Riff elemen yang tidak banyak Gw jumpai di Scene tanah air, Death Metal dengan sentuhan yang Unik dan Ganjil dengan beberapa Bar & Lick yang gak mudah ketebak setiap progresnya, dan ini tentang bagaimana COR mengkonfigurasi sebuah presisi komposisi semakin berani, sehingga gak bakal cukup sekali atau dua kali bagi Audiens bisa mencerna-nya. [link]

Playing our phone, open more apps, see more ads, buy more stuff

We touch our smartphones — tap, click, swipe — more than 2,500 times a day.  That’s probably 100 times more often than we touch our partner. The reason we do it is that the phone constantly demands attention by sending us notifications. It does so every time someone wants to connect with us, every time something changes in an app, every time an artificially intelligent entity decides we need information. Notifications have a barely veiled commercial purpose: Once we start playing with the phone, we’re likely to open more apps, see more ads, buy more stuff.

Opinion by Leonid Bershidsky, read more here.

Cetho Karanganyar

Tujuan awal ke Candi Cetho adalah, menemani observasi seorang teman yang sedang mengajukan judul skripsinya. Yang observasi seorang saja, diperlukan tiga orang mengantar, katanya, sekalian liburan. Dan memang benar, sesi foto bentuk-bentuk relief di Candi hanya setengah jam, sementara sesi foto turis berlangsung sejam, berikut obrol ngalor-ngidulnya. Karena berada di lereng gunung, dibutuhkan kendaraan dan pengemudi yang andal untuk sampai ke lokasi. Jalannya aspal, bagus, dan perjalanan dari bawah termasuk menyenangkan; sawah berhektar-hektar, kebun teh yang luas, pemandangan tipikal dari atas bukit ke bawah, dan entah kabut entah awan yang bergerak cepat. Gunakan pakaian tebal, karena suhu dingin.

Foto dari pengguna Instagram.

Jare Simbah loro kui Ojo di manja..!!! #cethotemple #candicetho

A post shared by Andhie subekti (@andhie_subekti) on

Antusiasme stadion

Di hadapan pemain lapis kedua Islandia, Indonesia menunjukkan penampilan terbaiknya. Pertandingan menarik di babak pertama, Ilhamudin Armaiyn mencuri gol pertama, memanfaatkan kesalahan kiper Islandia Runar Alex Runarsson. Setelahnya, gawang Indonesia kebobolan 4 gol.

Hasil akhir memang tidak menarik, tapi secara permainan, relatif seimbang. Kalau ada yang lebih menarik, itu adalah komentator dan host juga media yang menyoroti Stadion Utama Gelora Bung Karno yang kini berwajah baru, lebih berkualitas, menggunakan teknologi mutakhir, dan bagaimana mengungkapkannya, di layar televisi penggemar bola seakan menyaksikan laga sepakbola internasional.

Dari laga malam kemarin, saya baru tahu kalau Islandia akan berlaga di Piala Dunia. Menambah daftar kekaguman kepada negara kecil ini selain memiliki musisi internasional sekelas Sigur Ros.