Investor berani atau defensif

Seberapa agresifkah semestinya portofolio Anda?

Agresivitas portofolio, kata Graham, lebih bergantung pada jenis investor seperti apakah diri Anda, bukan pada jenis investasi seperti apakah yang Anda punyai. Ada dua cara untuk menjadi investor pintar:

1. Terus menerus meneliti, menyeleksi, dan memonitor percampuran dinamis antara saham, obligasi, dan reksadana.

2. Menciptakan portofolio permanen yang mampu berjalan dengan sendirinya, tanpa perlu usaha lebih lanjut. (Namun, cara ini tak banyak memberi keasyikan).

Graham menyebut pendekatan pertama sebagai ‘aktif’ atau ‘berani’. Pendekatan ini menyita banyak waktu dan energi. Sebaliknya, pendekatan kedua, ‘pasif’ atau ‘defensif’, hanya memerlukan sedikit waktu atau usaha. Dalam pendekatan kedua ini, dibutuhkan penjauhan diri dari hiruk pikuk dan gemerlap pasar. Kata Charles Ellis, seorang pemikir investasi, pendekatan agresif sangat melelahkan secara fisik dan intelektual, sedangkan pendekatan defensif sangat menguras emosi.

Jika Anda memiliki banyak waktu, berkarakter kompetitif, berpikir seperti seorang penggemar olahraga, dan menikmati tantangan intelektual yang rumit, maka pendekatan aktif cocok bagi Anda. Sebaliknya, jika Anda selalu merasa terburu waktu, menginginkan kemudahan, dan tak terlalu memikirkan uang, maka pendekatan pasif cocok untuk Anda. (Sebagian orang merasa nyaman dengan menggabungkan kedua metode ini: menyusun portofolio yang sebagian besar aktif dan sebagian kecil pasif, atau sebaliknya).

Kedua pendekatan di atas sama pintarnya. Anda bisa sukses dengan pilihan manapun, asalkan Anda mengenali diri Anda dengan sangat baik sehingga tahu pendekatan mana yang harus Anda pilih, setia menjalani pilihan pendekatan itu di sepanjang usia investasi Anda, serta menjaga agar dana dan emosi Anda terus terkendali. Pembedaan antara investor aktif dan investor pasif merupakan salah satu bentuk peringatan Graham bahwa risiko finansial tidak hanya ada di tempat kita mencarinya – dalam dunia ekonomi maupun dunia investasi kita – tetapi juga ada dalam diri kita sendiri.

Masih dari buku yang sama, ‘The Intelligent Investor’ dari Benjamin Graham, namun ini merupakan komentar dari Jason Zweig untuk Bab IV buku ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s