Mereka duduk berdebat tentang jumlah gigi kuda

Di kuliah, saya menghindari belajar ilmu pasti, matematika, dan akuntansi – semua jurusan yang diperlukan untuk bisnis. Saya belajar seni, sejarah, psikologi, dan ilmu politik. Dan juga belajar tentang logika, agama, dan filosofi Yunani Kuno.

Jika sekarang saya lihat, belajar sejarah dan filosofi adalah persiapan yang lebih baik dalam berinvestasi dibanding belajar statistik. Berinvestasi itu adalah seni, bukan ilmu pasti, dan orang yang berlatih untuk melihat semuanya dengan ilmu pasti akan mengalami masalah. Jika memilih saham adalah sebuah kepastian, maka anda cukup menggunakan sebuah komputer dan mendapatkan kekayaan darinya. Tapi berinvestasi tidaklah seperti ini. Matematika yang anda butuhkan sudah anda dapatkan di kelas 4 SD.

Logika adalah ilmu yang paling membantu saya dalam memilih saham, karena ini memberitahukan saya cara mengenali ketidaklogisan orang-orang di Wall Street. Sebenarnya, orang di Wall Street berpikir seperti orang Yunani Kuno. Mereka duduk dan berdebat tentang jumlah gigi kuda, seakan-akan dengan duduk di sana bisa menghasilkan angka yang benar, dibanding keluar dan mengecek kuda. Banyak investor hanya berdebat tentang angka, seakan-akan ini akan memberikan jawaban, dibanding pergi memeriksa perusahaannya.

Dari buku ‘One Up On Wall Street’, Peter Lynch.

Advertisements