Sedikit sekali mengenai financial freedom

Beberapa aplikasi baru di Android saya; Paypal; Pegadaian Digital; Surveyon; Stockbit; iPot Go; CNBC Indonesia; Ovo; dan saya juga menggunakan Skrill. Baru sadar dengan yang namanya, ‘financial freedom’. Laptop Linux saya terinstall lagi IQ Option, aplikasi trading saham, forex, blockchain, dan binary.

Sadar akan kondisi ‘keuangan’ itu bikin saya ‘picky’ untuk membeli barang atau mengalokasikan keuangan.

Kalau dirangkum, dari video ‘financial freedom’ sudah ditonton di Youtube juga baca-baca tulisan dari para ‘pakar keuangan’, saya harus mulai menabung dalam instumen ini; saham; reksadana; emas; blockchain; lalu hal-hal lain yang saya lupa jenisnya apa tapi di dalamnya ada tanah; rumah yang disewakan; properti; ruko; dan sebagainya.


Tapi ya, tapi, ini kisah beberapa rekan mahasiswa yang lulus: golek duit ki ya angel – cari uang itu susah. Kalau mahasiswa lulus misal, mau buka usaha dagang atau wiraswasta sepertinya sulit. Ada stigma negatif dari lingkungan. Kan, kalau lulus S1 harusnya kerjanya kantoran. Pakaian necis. Dan lain-lain.

Seorang teman, gara-gara malu, malahan ingin merantau ke luar pulau karena bingung mau kerja di mana. Pertanian jurusannya. Lowongan CPNS tahun ini membutuhkan banyak sekali lulusan keguruan, bukan pertanian.

Tentu sedikit-sedikit, saya yang sedang menulis skripsi gamang juga. “Ah, tapi saya kan kreatif,” kemudian dilanjutkan, “internet membuka begitu banyak peluang, harus yakin.”


Kalau ada pernah mendengar Steven and the Coconut Treez, dalam lagunya, ‘Bebas Merdeka’ liriknya begini: “Banyak yang bertanya, aku ini mau jadi apa? Kalau gak kuliah, juga gak kerja. Tapi ku jawab ini aku adanya.”

Advertisements