Selamat tinggal layanan keuangan tradisional

Data Statista (2017) melaporkan bahwa nilai transaksi tekfin di Indonesia telah mencapai 15 miliar dollar AS.

Besarnya penetrasi pemanfaatan teknologi digital di Indonesia membuat pemerintah pun menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu fokus utama.

Pada tahun 2020, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan dengan potensi sebesar 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.690 triliun. Melalui inovasi layanan dan produknya, tekfin dipercaya dapat mendorong ekonomi digital dengan membuka akses terhadap layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui karakter yang mobile dan efisien, tekfin diharapkan mampu menjawab tantangan yang tidak dapat dijawab oleh layanan keuangan tradisional sebelumnya.

Ini dari artikel Kompas tahun 2017, “Bisnis Model Baru Bank Fintech dan Ekonomi Digital“. Tekfin dalam artikel di atas adalah teknologi finansial.

Di 2018, Fintech yang menggerus bisnis bank dan penyedia layanan pendanaan makin masif. Kehadirannya bisa menjadi malapetaka atau semacam komplementer perbankan yang sudah ada. Belakangan, saya menggunakan Fintech untuk menyimpan uang, namanya Ovo. Sudah upgrade ke Ovo Premier.

Kelebihannya? Tidak dikenakan biaya bulanan, mudah pendaftaran, kirim ke rekening bank gratis, pengisian saldo yang mudah, cashless. Meski jumlah maksimal uang yang disimpan sebesar Rp. 10.000.000, Ovo layak dicoba. Lebih-lebih, untuk kehidupan di jaman sekarang ini yang inginnya simpel dan tidak ribet. Bayar, tinggal tunjukkan barcode saja!

Advertisements