Kematian itu keniscayaan yang menggentayangi setiap kita

DI masa depan, barangkali pencapaian terbesar umat manusia adalah menyangkal kematian. Seorang filsuf, kita tahu siapa, menyebut kematian itu faktisitas: fakta-fakta terberi, yang tidak terhindarkan di kehidupan manusia. Kematian itu keniscayaan yang menggentayangi setiap kita.

Pemikiran itu lantas menggoda filsuf lainnya, kita juga tahu siapa, berkelakar bahwa bunuh diri adalah masalah pokok filsafat. “Jika hidup sudah tak bermakna, pantaskah untuk tetap dijalani?” Kita telanjur tak sanggup memilih sendiri kelahiran: kapan serta di mana dilahirkan, apa jenis kelamin, kewarganegaraan, bahkan agama, dan sebagainya. Namun, kita masih berkemungkinan memilih dan menentukan kematian sendiri. Pilihan dan kemungkinan itu mewujud tindakan bunuh diri.

Lebih lanjut baca di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s