Malam ngencuk — pagi lupa

Argumentasi lemah. Arogan. Data-data kurang mendukung. Terlalu menggebu-gebu. Bahasa terlalu ‘warung kopi’, apalagi untuk tayangan sekelas ‘Indonesia Lawyers Club’. Karni Ilyas sempat menyayangkan argumentasi yang dikeluarkan oleh Mahmud Syaltout, karena ILC tayangan ‘live’. Tidak bisa diedit. Arti dari kalimat, “seperti semalam ngencuk, pagi lupa,” yang diucapkan cukup mengherankan bila disampaikan dalam diskusi yang intelek. Ngencuk kurang lebih, artinya, bersetubuh?

Banyak koreksi terhadap Badan Intelijen Negara [BIN], kepolisian, dan negara. Wajar, tapi terlalu mengambang. Ucapan BIN tidak becus bekerja, bahkan lebih baik diganti Banser, terdengar seperti melucu tapi, jujur saja, kering. Kekeringan itu, diguyur oleh Maruli Tampubolon yang tampil sempurna yang menyanyikan hits Koes Plus, “Andaikan Kau Datang”.

Saya menunggu kuliah gratis dari Prof. Mahfud M.D. dan Rocky Gerung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s