Grup Whatsapp Keluarga 

Keuntungan lain yang kuraih dari grup WhatsApp keluarga: aku jadi lebih pintar. Sungguh, lho! Kalau bukan karena grup WhatsApp keluarga, belum tentu aku tahu bahwa Luwak White Coffee mengandung babi. Haram! Sumber pasti valid karena ada dotcom-nya. Itu berarti dari situs berita, kan? Aku juga jadi tahu bahwa ada tanaman berbakteri yang diimpor langsung dari Cina; komunisme akan segera bangkit lagi; dan bumi itu datar. Yang terakhir ini sungguh revolusioner. Ternyata selama ini kita capek-capek sekolah hanya untuk dibohongi oleh guru IPA.

Belum lagi kalau ada yang berulang tahun. Wahai, grup ramai sekali dengan ucapan selamat! Baterai ponselku kadang sampai ngedrop. Tapi tidak mengapa, itu semua adalah ekspresi rasa sayang dan peduli yang teramat besar. Mengirim chat personal atau menelepon langsung? Ah, itu sudah ketinggalan zaman. Grup WhatsApp keluarga juga membuatku tidak pernah merasa kesepian. Pagi, siang, malam, selalu saja ada yang menyapa, sambil mengirimi kata-kata penuh semangat, foto-foto pemandangan alam yang mempesona, dan video-video lucu yang mengundang tawa. Ya Allah, indahnya berbagi.

Catatan tersebut, didapat dari main-main di blognya Andina Dwifatma, ‘Indahnya Grup Whatsapp Keluarga‘. Saya iseng mengetik namanya di Yahoo lalu menemukan blog pribadinya. Catatannya lucu dan usil. Dalam beberapa waktu ke depan bukunya yang rilis pada 2013, ‘Semusim, dan Semusim Lagi’ akan saya baca. Tidak sabaran.

Advertisements

2 thoughts on “Grup Whatsapp Keluarga 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s