Tutupnya barometer musik Indonesia, RSI

Salah satu media musik mainstream terbesar yang dimiliki negeri ini, Rolling Stone Indonesia, tutup di akhir tahun 2017. Whiteboard Journal memiliki artikel obituari untuk media musik satu ini, diberi judul tegas “Akhir Sebuah Era“. Saya, netral atas tutupnya operasional RSI. Posisi saya hanya pembaca, lebih-lebih, ada kabar baik setidaknya yang ke luar dari Wendi Putranto.

Untuk yang bertanya bagaimana selanjutnya rencana saya ke depannya, yang pasti saya masih di sini, bersama kancah ini: musik, showbiz, industri kreatif. Tidak pernah terpikir sedikit pun saya akan keluar dari sini, apalagi menjadi pegawai negeri. Belakangan saya sedang fokus mengelola bisnis musik dari sebuah band milik teman-teman baik yang saya gandrungi juga sejak lama, Seringai. Kami sedang mempersiapkan album studio terbaru yang bakal rilis di tahun ini juga dan menyusulnya dengan serangkaian jadwal tur konser di dalam negeri untuk mempromosikannya. Terakhir Seringai merilis album itu pada 2012 atau enam tahun lalu, tentu saja ini membuat gunungan ekspektasi kemudian membuncah di pikiran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s