Contoh penggunaan pisau analisis realisme dalam konflik internasional

Saya membaca kembali beberapa makalah terkait pembahasan konflik antarnegara dalam dunia internasional menggunakan pisau analisis realisme. Realisme, secara sederhana saya ketahui di mana manusia adalah serigala bagi manusia lain. Mengingat sumber daya di bumi ini terbatas, maka manusia bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas itu. Karenanya, dalam menjalankan praktiknya, cenderung berkonflik satu sama lain.

Secara geografis, Sudan merupakan wilayah terluas da tersubur di kawasan Arab. Kandungan kekayaan alamnya pun melimpah, minyak menjadi rebutan antara Sudan dengan Sudan Selatan, pasca Sudan Selatan merdeka. Terlebih saat uranium dilaporkan terkandung di batas antar kedua negara.  Datanya, Sudan menyimpan 631.5 juta barel cadangan minyak bumi dan 99.1 milyar meter kubik gas alam yang belum dieksploitasi, berada di batas antara dua negara yaitu Heglig. Selain itu, posisi Sudan berada strategis di lalu lintas perairan laut merah.

Isu lain yang bisa menggunakan analisis realisme adalah keberadaan Freeport di Indonesia. Bagaimana tekanan atau reaksi Amerika Serikat kepada Indonesia saat ingin memperbesar kepemilikan saham Freeport tersebut. Bagaimana AS pada saat itu, bersedia membantu Soeharto untuk membangun Indonesia dengan imbalan ladang emas dan tembaga di pulau Papua.

Pada penggunaan paling sederhananya, realisme berarti bagaimana negara memperebutkan sumber daya yang terbatas [resources] dengan cara apapun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s