Arian13: “Kalau di Seringai main musik itu jadi hobi tapi bisa juga prioritas,”

Agustinus Shindu Alpito dari Metro TV News mewawancarai Arian13, vokalis Seringai awal April lalu. 

red & 43. pic by @raidgel. #seringai #serigalamilitia

A post shared by arian tigabelas (@aparatmati) on

Ditanya soal perbedaan bermain musik era Orde Baru dengan sekarang.

Dalam hal menentukan sikap atau tuntutan terhadap penguasa yang biasa dituang para musisi rock/metal dalam lirik.

Dulu (era Orde Baru) gue enggak pengin melawan yang bagaimana-bagaimana, lebih kepada ingin seperti band metal (yang menjadi panutan). Misal dulu gue lihat Sepultura, gue merasa, “Wah ini band datang dari negara ketiga tapi bisa mendunia, terus jadi gue pengin kayak Sepultura.”

Waktu pertama mulai membuat lagu, tema masih copy-paste dari yang sudah ada, tema politik, sosial, di album kedua Puppen.

Saat ditanya soal hidup dari main band saja.

Enggak. Sekarang masih dikit pemainnya. Maksud gue yang sudah bisa jalan dari musik. Sekarang yang sudah bisa jalan (hidup dari musik) Seringai, Deadsquad, KPR (Kelompok Penerbang Roket), Burgerkill, sisanya /rif, Gigi. Gigi pun tiap tahun ada album religi yang mana itu untuk menambah finansial.

Kalau di Seringai main musik itu jadi hobi tapi bisa juga prioritas, karena masing-masing personel punya pekerjaan lain, drummer Khemod punya PH (Production House), Ricky kerja di Rolling Stone, Sammy talent VO (Voice Over) dan dulu penyiar radio, rata-rata memilliki pekerjaan yang ada hubungannya dengan musik. Lo harus enggak hanya main band.

Baca lebih lengkap klik tautan ini.

Unduh gratis The Halfway Down – Shattered Love klik tautan ini.  Band baru. Suasana baru.

Advertisements