Korupsi tapi tekor

Saat posting ini ditulis ada dua hal kurang menyenangkan terjadi, dimana keduanya saling berkorelasi; pertama, nilai mata kuliah Pengembangan Potensi Daerah saya “C”, kedua, Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya ditetapkan KPK sebagai tersangka suap.

Anda simak baik-baik berita yang dikutip dari tautan berikut.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang tersangka dugaan suap ‘pengamanan’ kasus di Desa Dassok, Pamekasan. Lima orang itu yakni Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kepala Inspektorat Pamekasan Sutjipto Utomo, Kajari Pamekasan Rudy Indra Prasetya, Kepala Desa Dassok bernama Agus, dan Kabag Administrasi Inspektur Pamekasan Noer Solehhoddin.

Uang suap diberikan Rp 250 juta dari Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan Rudy Indra Prasetya. Suap itu diberikan agar Kejari Pamekasan tidak menindaklanjuti pelaporan sebuah LSM kepada Kejari Pamekasan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan di Desa Dassok yang menggunakan dana desa senilai Rp 100 juta.

Kalau seperti ini, Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi bukannya malah tekor Rp. 150 juta? Ia diduga korupsi Rp. 100 juta tapi membayar suap agar kasusnya tidak diusut oleh Kejaksaan Negeri Pamekasan senilai Rp. 250 juta.

Korupsi kok malah tekor?

Advertisements

2 responses to “Korupsi tapi tekor

Comments are closed.