Islam yang moderat

Sejatinya, umat islam adalah umat yang moderat [ummatan wasathan]. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi ‘ekstremisme’ dalam pemikiran dan perilaku umat islam, sejalan dengan pemikiran Syaikh Yusuf  Al-Qaradhawi dalam bukunya Al-Shohwah Al-Islamiyah Bain Al-Juhud Wa Al-Tatharuf [Al-Ummah, Qatar 1402 H]. Menurut Al-Qaradhawi, tatharuf diniy [ekstremitas agama] adalah suatu sikap yang melampaui batas [berlebih-lebihan] dalam agama. Di antara konsekuensinya kepada kebinasaan dan bahaya.

Dikemukakan Al-Qaradhawi, nash-nash islam selalu menyeru pada i’tidal [sikap moderat] dan melarang sikap berlebih-lebihan yang diistilahkan dengan ghuluw [kelewat batas], sok pintar [tanathu’], mempersulit [tasydid]. Bahkan, Rasulullah dalam salah satu sabdanya, mengingatkan umat islam, “Hindarkan darimu sikap melampaui batas dalam agama karena sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah binasa karenanya.”

Eki Baihaki, dosen UNLA. Koran Pikiran Rakyat, “Islam Mewarnai Indahnya Indonesia”. Sabtu 20 Mei 2017,

Advertisements