Lupa

Lupa itu penting.

Seharusnya ia disyukuri juga. Sayang manusia hanya memandang dari sisi buruk ‘lupa’. Kasian dia. Padahal ‘lupa’ itu diberi oleh Tuhan dalam paket utuh kita sebagai ‘manusia’. Tangan, mata, kaki, otak, hati, empati, dan lain-lain, dan juga ‘lupa’.

Jika Anda tidak punya fitur satu ini, bayangkan betapa tidak menyenangkannya hidupmu. Saat kita disakiti dan tidak bisa lupa kejadian itu, orangnya. Saat kita kehilangan orang yang kita sayang dan kita tidak bisa ‘lupa’ sejenak walau dihibur. Saat jatuh karena cinta, putus, dan tidak bisa lupa dia.

Lupa itu, bagaimana pun, ada pentingnya juga. Supaya kita tidak terpuruk-puruk amat di fase terburuk; dimarahi bos, putus, cerai, kehilangan orang yang disayang.

Lupa juga bisa dijadikan alasan yang baik dan bisa atau normal diterima. ‘Yah, namanya juga manusia: lupa. Wajar.’ Catatan ini ditulis oleh orang yang pelupa. Bisa dibilang ini sekadar pembenaran, poin yang saya tulis sepertinya ada benarnya. 

Advertisements