Debat LGBT

Ada hal yang menarik kemarin: berdebat dengan empat teman saya.

Awalnya, dosen memberi kuliah seperti biasa dan memberi tugas membuat makalah kerja apa yang bisa diberikan untuk pembentukan kebijakan yang baru. Belibet sekali bukan?

Kelompok saya [lima orang] memutuskan menulis masalah LGBT di Indonesia. Saya pro, empat orang lainnya kontra. Karena demokratis, kami berdebat dulu. Hasilnya, tetap saja saya kalah. Kalah suara.

Hasilnya makalah dibuat kontra. Makalah ini, mungkin akan rampung dua minggu ke depan.

Saat debat, betul-betul seru. Saya sampai dibilang kafir, pikiran harus diruqyah, atau rajin-rajin mengaji. Itu, kata empat orang yang menjadi rekan dalam penulisan makalah.

Setelah selesai membahas dari sisi HAM, agama, dan moral. Pembahasan berlarut-larut itu selesai perkara di pancasila. Sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Jika ingin pro tentu saja sulit karena sila pertama itu.

Begini, LGBT itu menentang aturan dalam agama yang ada di Indonesia. Meski PBB membolehkan hal ini atas dasar HAM. Indonesia mungkin sebaliknya. Dan itu sah-sah saja.

Tapi saya tetap pada pandangan awal: pro.

Hal ini, mungkin sebabnya karena terlalu sering membaca tulisan Andrew Sullivan atau Matt Drudge [Drudge Report]. Atau karena saya terlalu sering membaca karya ‘freethinker’. Mungkin saja, you are what you read.

Ah, sudahlah. Mungkin ini akan menjadi hari-hari penulisan makalah yang menarik. LGBT itu topik yang baru dan seru dibahas.

Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s