Pemiskinan koruptor hanya wacana

​Editorial Media Indonesia hari ini (3 April) menulis:

Tim pada pertengahan tahun lalu mencatat 31 kasus korupsi di tubuh BUMN. Tim menyerahkan sejumlah perkara korupsi tersebut ke KPK.

Namun, penegakan hukum pun ternyata tak mampu mendatangkan efek jera.

Itu disebabkan penegakan hukum belum membuat koruptor apes seapes-apesnya. Koruptor di BUMN yang ketahuan dan tertangkap KPK memang apes.

Akan tetapi, dia harus dibikin apes lagi dengan dimiskinkan. Semakin apes koruptor hingga titik seapes-apesnya bila hukuman sosial ditambahkan kepada mereka.

Sayang beribu sayang, pemiskinan dan hukuman sosial buat koruptor sebatas wacana.

Itu artinya ikhtiar membuat koruptor seapes-apesnya wacana belaka.

Kita tunggu saja siapa pejabat BUMN yang menjadi orang apes berikutnya.

Keterangan

Tim: Tim Antikorupsi BUMN

Baca tulisan utuhnya klik link ini. Tapi, kenapa penekanan apes di sini untuk koruptor? Padahal tentu semua setuju, kalau ada uang di korupsi, di lembaga negara mana pun, yang rugi masyarakat luas.

Advertisements