[Kutipan Buku] Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas – Eka Kurniawan

Bertahun-tahun kemudian, ketika ia bertemu Jelita, Ajo Kawir sering teringat hari itu. Hari ketika ia memutuskan untuk menikahi Iteung. Lama setelah itu ia sering merasa keputusannya sebagai hal konyol. Hal paling konyol dalam hidupnya. Tapi siapa yang bisa menghalangi cinta? Ia mencintai Iteung, dan Iteung mencintainya. Mereka sama-sama ingin menikah. Tak peduli pernikahan itu akan berlangsung tanpa kemaluan yang bisa berdiri.

“Syarat pernikahan hanya ada lima. Paling tidak itu yang kuingat pernah kudengar dari corong di masjid. Satu, ada dua mempelai. Dua, ada wali perempuan. Tiga, ada penghulu. Empat, ada ijab kabul. Lima, ada saksi. Tak pernah kudengar pernikahan mensyaratkan burung yang berdiri,” kata Si Tokek. Kata-katanya terdengar masuk akal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s