Gambaran makna hidup subjek ateis

Subjek ingin menciptakan dan memiliki kehidupan yang autentik dimana subjek memandang bahwa sejauhmana hasil yang dicapai dalam pemenuhan makna hidupnya itu dikarenakan oleh hasil karya dan usaha subjek sendiri. Tidak ada Tuhan, tidak ada nasib, tidak ada takdir, yang ada hanyalah apa yang telah dan dapat dicapai subjek untuk memberi suatu arti bagi hidupnya. Dengan cara itulah subjek dapat merasa hidupnya utuh, penuh, dan bahagia.

Bastaman (1996) mengatakan bahwa mereka yang tidak mendasari pemaknaan hidupnya dari nilai-nilai agama tampaknya lebih tepat jika berusaha meninggalkan inhaustic existence untuk menuju authentic existence. Adapun yang dimaksut inhaustic existence adalah corak kehidupan pribadi yang sepenuhnya ditentukan oleh tuntutan-tuntutan masyarakat tanpa mampu menentukan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri. Sedangkan authentic existence adalah corak kehidupan pribadi yang ditentukan oleh perilaku yang ditentukan sendiri secara bebas dan bertanggung jawab mengenai apa yang baik bagi dirinya sendiri.

Bastaman, H. D. 1996. Meraih Hidup Bermakna. Jakarta: Paramadina.

Adalah lanjutan dari postingan kemarin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s