NW: kematian Kizuki dan Naoko

Ketika Kizuki mati aku mempelajari sesuatu dari kematian itu. Dan aku memahaminya sebagai suatu teori. Atau mungkin aku hanya merasa memahaminya. Begini teorinya, “kematian bukanlah lawan kehidupan, tetapi ada sebagai bagiannya.”

Dan itu adalah suatu kebenaran. Kehidupan kita ini secara bersamaan menumbuhkan kematian. Tetapi itu hanya sebagian kebenaran yang harus dipelajari. Kematian Naoko mengajarkan aku seperti ini. Kebenaran seperti apa pun, ketulusan seperti apa pun, kekuatan seperti apa pun, tidak bisa menyembuhkan kepedihan itu. Kita hanya bisa merasakan kepedihan itu sedalam-dalamnya, dan dari situ kita bisa mempelajari sesuatu dan sesuatu yang kita pelajari itu pun menjadi percuma di saat kita menghadapi kesedihan yang sekonyong-konyong muncul. Hari demi hari, tak henti-hentinya aku sendirian merenungkan hal itu sambil mendengarkan bunyi ombak, dengan memasang telinga mendengarkan bunyi angin malam itu. Sambil menggendong ransel aku berjalan ke barat dan terus ke barat menyusuri pantai awal musim gugur, menghabiskan beberapa botol whisky, mengunyah roti, minum air dari botol, dan membiarkan rambutku penuh pasir.

[Haruki Murakami, Norwegian Wood]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s