Bisnis e-hate

Rahim Asyik di koran Pikiran Rakyat: “Secara sederhana, bisnis e-hate adalah bisnis untuk meraih untung dari menyebarkan meme atau informasi lancung, hoax, rumor, fitnah, provokatif, fake news, dan sejenisnya lewat dunia maya. Bagaimana cara kerjanya? Mula-mula ya membuat informasi bohong, lalu sebarkan di dunia maya. Bahan bakar yang paling efektif dari informasi bohong adalah menyebarkan sentimen kesukuan, agama, ras, dan antar golongan. Informasi itu selanjutnya direspons, baik oleh para pembenci maupun pendukungnya. Semakin viral informasinya, semakin banyak orang mengaksesnya. Semakin besar pula peluangnya untuk mendatangkan untung. Uang bisa diperoleh baik dari pasangan calon pendukungnya maupun rejeki cipratan dari advertensi Google Adsense.

–Sebagai blogger saya rasa wajib menulis baik dan tidak menyinggung persoalan yang disebutkan Rahim Asyik di atas. Pengaruhnya itu yang sangat berbahaya. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang kampanye anti berita hoax bukan? Patut diingat, Indonesia negara multikultur. Salah ucap atau menulis berat resikonya.

Advertisements