Buku-buku lama

Ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan di sini. Ada dua sebenarnya, yang baik dan yang buruk. Yang baik akan saya ceritakan, yang buruk biarlah saya simpan sendiri. Rasanya tidak ada orang yang mau membaca keluhan.

Yang baik adalah, menemukan buku-buku usang yang dikumpulkan sejak jaman masih sekolah menengah. Dari situ bisa diambil kesimpulan kalau saya ini pengemar novel, dan tidak terlalu sering membeli buku yang berat-berat. Beberapa novel yang saya miliki hasil dari berburu di toko buku bekas jaman itu adalah tetralogi Laskar Pelangi, yang menurut saya novel terbagus dan terkomedik yang saya miliki. Khususnya di novel Maryamah Karpov.

Kedua, Tere Liye. Meski saya ini tipe pengeluh jika menemui teman saya menyukai status atau catatan facebook Tere Liye, novelnya yang berjudul ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ itu penuh memori romansa buat saya pribadi. Terutama tokoh Gigi Kelinci.

Ketiga, buku Ensiklopedi wayang. Saya suka betul tokoh pewayangan. Tidak dibuat-dibuat. Rasa suka itu mungkin melebihi serial komik Naruto.

Ketiga, buku ‘Kastana Taklukkan Jakarta’ yang ditulis Soleh Solihun.

Belakangan saya mendapat link dari teman bahwa Soleh diwawancarai Whiteboardjornal (media di mana saya sering menghabiskan waktu di internet) yang bagus itu.

Catatan ini berhenti di sini.

Terimakasih.

Advertisements

2 responses to “Buku-buku lama

Comments are closed.