Kosong yang tak kosong-kosong betulan

Penulis blog ini sedang kosong betul hari ini. Sekitar 10 jam dihabiskan melakukan hal yang tidak berguna. Kadang, hidup memang perlu begitu sepertinya: tidak melakukan apa-apa. Hanya berdiam diri tidak ke mana-mana tanpa perlu mandi.

Karena berdiam tidak melakukan apa-apa menjurus ke hal negatif, khususnya saya. Mendengar beberapa album musik nampaknya lebih berguna. Pilihan jatuh di The Beatles dan musik aneh-aneh lain seperti Fleet Foxes juga Bob Dylan yang sumbang. Juga beberapa podcast yang sebelumnya tidak ada waktu menyimaknya, podcast Kota Musik oleh Robin Malau dan Podcast Awal Minggu Adriano Qalbi.

Sebentar, berarti hari ini tidak kosong betul sebenarnya. Buktinya ada catatan kecil yang saya buat kala mendengar Kota Musik podcast. Jika saja Indonesia serius membenahi musik seperti yang dikatakan Robin Malau, banyak keuntungan yang menghampiri. Dulu makalah saya, tentang kaitan musik dan diplomasi Indonesia mungkin lebih bermutu jika ada kajian ekonomi yang lebih lengkap di dalamnya.

Di sisi lain, ada dua episode Podcast Awal Minggu yang saya dengarkan. Pertama saat Adriano Qalbi berbincang dengan Soleh Solihun, dan kedua dengan Coki dari Kelompok Penerbang Roket. Dua episode ini favorit sekali pokoknya. Tidak sia-sia saya mengunduhnya lewat Player FM.

Hari ini pula, saya membaca sebuah buku. Sebuah buku tentang bagaimana hidup dari musik. Sekitar 300 halaman dan dihabiskan dalam kurun tiga jam. Intinya, saya tenggelam dalam buku itu, dan mengerti walau sedikit, seluk beluk dunia musik. Tapi, tentu saja seperti yang sudah-sudah, dalam beberapa bulan mungkin lupa. Hahaha.

Tapi ada satu keinginan yang tiba-tiba muncul: punya toko yang menjual buku, cd, dvd, vinyl, kaos band, dan kopi hangat. Perpaduan beberapa hal itu nampaknya menyenangkan betul dilakukan saat tua nanti. Bahkan, saya mencari contoh business plan dari bisnis record store macam itu.

Sebagai penutup, saya turut pula mendengarkan beberapa album dari The Verve, Elvis Costello dan satu album instrumental Sakis Gouzonis yang belakangan rutin sekali diputar.

Sisi buruknya, setelah hampir lima jam mendengar lewat headphone telinga nyeri juga. Baiknya, itu yang membuat hari kosong ini tak kosong-kosong betulan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s