Pasar Hong Kong Belum dimanfaatkan Maksimal

Indonesia harus memanfaatkan pasar Hong Kong untuk menggenjot ekspor ke Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya mengingat posisi strategis Hong Kong. Sebagai daerah otonomi Hong Kong menjadi pintu masuk memasarkan produk dalam negeri di Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Eropa.

Bagi Hong Kong, produk kerajinan Indonesia sudah cukup dikenal, terutama perhiasan, dekorasi rumah, fashion, aksesori, produk perhiasan perak dan batu-batuan. Relatif banyak pembeli di Hong Kong rutin melakukan pembelian setiap tahunnya.

Hong Kong rutin selenggarakan pameran dagang dunia dan pengunjungnya selalu penuh. Di seluruh Hong Kong digelar sekitar 300 pameran rutin setiap tahun dengan 25 di antaranya merupakan pameran besar, seperti fashion week dan pameran perhiasan. Selain itu, yang relatif cukup menonjol adalah karakteristik buyer yang banyak di antara mereka adalah eksportir dan importir yang berkantor di Hong Kong.

Mereka akan melihat terlebih dahulu produk-produk yang dipamerkan, meminta contoh produknya, membandingkan dan baru memutuskan memesan barangnya. Oleh karena itu, soap kualitas menjadi faktor utama yang perlu menjadi perhatian produk Indonesia untuk masuk pasar Hong Kong. Di samping kontinuitas dan kemasan yang juga perlu mendapat perhatian utama eksportir dalam negeri.

Pasar Hong Kong sangat selektif dalam memilih produk, karena itu produk ekspor yang akan masuk Hong Kong harus bisa mengikuti tren perkembangan mode terkini, khususnya perhiasan dan fashion. Model produk yang dijual harus berbeda setiap tahunnya. Oleh karena itu, peran para  desainer sangat penting untuk membantu pelaku UKM membuat produk yang berdaya saling ekspor.

Chalief Akbar, Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong. 

Advertisements