Rich Chigga

Rich Chigga di Vice Indonesia  “Kalau gak salah, tahun 2010, sebelum saya mulai nge-tweet dalam bahasa Inggris. Kamu bisa cari tweettweet jaman purba saya yang masih berbahasa Indonesia. Saya mulai melakukan komedi di tahun 2014. Saya mulai lebih serius menggunakan media sosial sebagai platform karena saya ingin mengumpulkan followers guna mempromosikan musik dan video saya. Saya penggemar berat sinematografi dan pembuatan film, jadi saya ingin ada platform untuk berpromosi.

Banyak teman-teman Indonesia saya yang tidak mengerti lelucon saya di Twitter. Sekarang saya lebih banyak dikenal di Jakarta semenjak munculnya artikel koran lokal yang mengulas video kompilasi reaksi rapper terhadap lagu “Dat $tick” namun tidak ada kontroversi atau hal semacam itu di sini. Lagu-lagu rap saya sebelum “Dat $tick,” masih bersifat guyonan. Namun ketika menulis “Dat $tick” saya berpikir ‘Wah, kalau musik rapnya diseriusin gimana ya? Kalau gue usaha dikit bakal gimana ya?‘ Itu adalah lagu pertama yang saya rekam di studio musik beneran. Teman saya memproduseri lagu itu dan ia mendorong saya untuk lebih serius. Awalnya, musik video lagu itu terlihat basi. Saya mencoba untuk terlihat keren dan bergaya. Cuman rasanya ini terlalu maksa. Di saat-saat terakhir, saya berpikir, ‘Gimana kalau dibikin ironis sekalian? Gimana kalau gue pake polo shirt warna pink dan tas pinggang? Gimana kalau gue berpakaian kayak bapak-bapak?‘ Ini sebuah dilema. Videonya entah bisa jadi ancur lebur atau jadi keren banget. Saya bersyukur saya pilih ide yang kedua.

Di video itu saya menggunakan senapan angin. Saya berpikir mungkin bakal dapet 100.000 view di YouTube, mentok-mentok 200.000 deh. Suatu hari, sebuah akun besar di Facebook ngepost video ini dan kemudian banyak artikel yang menulis tentang video ini. Tiba-tiba video ini meledak. Gila. Awalnya ini membingungkan karena untuk pertama kalinya saya dihadapkan pilihan untuk mulai bermusik serius atau tidak. Akhirnya saya pilih untuk serius.”

Advertisements