Demokrasi ke-Indonesiaan

“..yang jelas kesadaran akan politik itu sekarang sudah muncul. Saya akan menjelaskan tadi yang disebut tari poco-poco itu ya. Kita tahu ya, kita merdeka tahun 1945, kemudian terjadi perubahan politik pada 1995, jadi kalau kita perhatikan ya itu maju mundur. Kemudian maju kembali pada masa pemerintahan Soeharto itu kita sudah mau take off, tapi kenapa gak take off take off. Masih di landasan terus.” terang Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik saat diundang di program ‘Sapa Indonesia‘ Kompas TV.

“Kemudian, kita perhatikan, kita sudah delapan belas tahun sejak reformasi 21 Mei 1998. Jadi masa’ sudah delapan belas tahun kita harus mundur kembali menjadi sebuah negara yang tidak demokratis. Dan jangan Anda lupa ya, sistem demokrasi yang kita jalankan sekarang itu menurut saya sudah yang terbaik untuk Bangsa ini. Hanya memang harus ada ke-Indonesiaan di situ.”

Advertisements