Sharing Economy

Dicky Dwi Ananta: “Coba kita bayangkan, Gojek atau sarana transportasi berbasis aplikasi lainnya, tapi tanpa Nadiem Makarim atau sejenisnya.

Bayangkan produk aplikasi itu dimiliki oleh semua tukang ojek dan dikelola secara demokratis, dengan transparansi dan pertanggungjawaban secara akuntabel. Dalam skema itu setiap tukang ojek akan mendapat uang sesuai dengan tarikannya. Kemudian juga disepakati pengambilan nilai dari si tukang ojek secara bersama (sebagaimana dilakukan oleh Nadiem Makarim dengan 30 persen ke setiap tukang gojek); bedanya, pengambilan nilai itu dikembalikan ke lembaga yang menaungi tukang ojek supaya tetap bisa beroperasi, sisanya juga kemudian dikembalikan ke tukang ojek sebagai sisa hasil usaha.”

“Dengan begitu setiap orang menjadi tuan atas kerjanya. Setiap orang memiliki kendali atas alat produksi, dan komoditas yang dihasilkan dan dikonsumsinya. Dan, setiap orang juga punya kendali atas tali kekang untuk hidupnya sendiri.

Maka itulah sharing economy yang sejati. Atau demokrasi ekonomi, atau kooperasi.”

Advertisements