Menulis Banyak Huruf untuk Diganjar Satu Huruf, Entah A, B atau C

​Wisata berbasis lingkungan, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner, wisata di alam liar bahkan wisata horor. Semua tersedia di Indonesia. Anda pilih mana?

Tentu semua disesuaikan keinginan, kebutuhan dan budget Anda. Tapi yang jelas, setelah semuanya tersedia di negeri sendiri, hal pertama yang dilakukan adalah berbangga hati dulu, lalu mengunjunginya satu persatu.

Saya kira, yang paling dibutuhkan untuk mengunjungi berbagai wisata yang ada hanyalah effort . Tentu hal ini selain mengidentifikasi destinasi wisata, menyiapkan

itinerary dan mencari info tentang apa yang menarik di sebuah destinasi.

Berikut kisah mengenai effort saya yang sangat memprihatinkan.

Saya sering menyalahkan diri kenapa saya ini begitu malas ke mana-mana. Betapa saya sering melewatkan hal-hal yang menakjubkan di sekitar begitu saja.

Setelah lebih dari sembilan tahun di Jakarta saya baru tahun lalu bermain ke Kepulauan Seribu. Pulau itu begitu mengesankan dan membuat saya rindu untuk mengunjunginya kembali.

Sebagai salah seorang yang sempat jadi warga jakarta walau temporer, saya menyesal hanya mengetahui Jakarta dari Monas, Kota Tua, Kemang atau Ancol saja. Padahal, ada banyak sisi lain Jakarta yang belum terjamah.

Beberapa dari kita, terlebih saya, lebih senang menikmati weekend di rumah saja. Menonton DVD, memakan camilan sambil membaca buku, tidur atau bersepeda. Padahal, banyak sudut di sekitar kita yang menawarkan pengalaman yang menarik.

Hari sabtu pagi, sering saya tergoda untuk menonton video di Youtube, tenggelam di internet. Tidak heran mengapa saya begitu kampungan saat pertama kali mendaki dan kelelahan di hamparan lapang di gunung Merapi.

Pasar Bubrah Merapi

Belakangan hamparan lapang itu saya tahu adalah Pasar Bubrah. Tempat yang katanya pasarnya hantu dan sejenisnya.
Ada kesenangan maupun kengerian tersendiri setelah sampai rumah. Ada kenangan yang mengawang, mungkin saja saya tidur disaksikan makhluk tak kasat mata.

*

Bicara soal seperti apa wisata yang baik, tentu setiap orang memiliki pandangannya masing-masing.

Bagi seorang yang memiliki budget lebih, atau kalangan atas, biasanya memiliki kriteria yang lebih dibanding lainnya.

Tujuan wisata mereka tentu tempat wisata dunia, yang telah terkenal seantero dunia. Urusan penginapan memilih yang hotel berbintang. Akomodasi yang memudahkan dan, tentunya berkelas.

Tapi, pada umumnya, dalam menentukan destinasi wisata, wisatawan ingin segala sesuatunya mudah. Apalagi pilihannya banyak.

Urusan menginap, dari hotel bintang lima sampai penginapan sederhana ada. Urusan perut, banyak pilihan dari restoran mewah sampai kaki lima. Tinggal budget dan selera yang menentukan.

Mari berbicara Bali. Saya mengunjunginya saat SMP. Sebuah destinasi wisata dunia yang Indonesia miliki.

Bali memiliki tiga hal pokok; sea, sun dan sand. Alamnya juara. Budayanya memikat dunia. Infrastruktur juga sudah baik, baik itu lewat udara, air maupun jalur darat. Bandara kelas Internasional, Pelabuhan, Stasiun semua memadai.

Silakan baca review tentang berbagai destinasi wisata di Bali dan kebanyakan Anda akan menemui review yang positif. Sulit menemukan

review buruk dari wisatawan setelah merasakan wisata air di Pantai Kuta, bersantai di Seminyak, menyewa perahu mengelilingi Tanjung Benoa.

Artinya, Bali sukses membangun pariwisatanya.

Tak ada halangan jika ingin mencapai Bali. Arus turisme massal pun terjadi. Ekonomi meningkat.

**

Sebelum memutuskan untuk pergi ke mana, tentu kita membuat jadwal, seperti waktu dan berapa lama akan di sana. Hanya numpang lewat atau menginap.

Di jaman digital, tentu semua menjadi mudah. Termasuk saat memutuskan wisata.

Sudah jadi rahasia umum sebelum memutuskan sebuah destinasi, orang cenderung mencari info sebanyak-banyaknya tentang destinasi yang akan dituju.

Jadi, perkiraan apa yang akan didapat di sana pun bisa dibuat. Mana saja yang akan dikunjungi, makanan khas yang wajib dicoba, suvenir apa yang akan dibeli.

Dan hebatnya, berbagai macam informasi yang sifatnya review bisa didapat dengan mudah. Hanya bermodal handphone dan koneksi internet.

Mau cari review tentang hotel ada, situsnya banyak. Restaurant? Melimpah ruah. Agen travel yang bagus? Silakan baca blog-blog personal para traveller, cari yang bagus sekaligus murah.

*

Intinya, tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi sudut-sudut menarik di negeri ini.

Yang dibutuhkan hanya tiga; budget , tujuan dan kemauan. Tentu ini dari sudut pandang saya.

Budget bisa dicari. Tujuan bisa ditentukan. Kemauan untuk menjelajah tiap orang pasti ingin.

Saya sendiri masih ada misteri. Kenapa tujuan dan kemauan tidak sinkron dengan budget .

Catatan: Ini adalah tugas UTS mata kuliah Budaya dan Pariwisata. Tiap mahasiswa diminta membuat karangan berdasar kata yang dipilih oleh dosen pembimbing. Semakin banyak kata yang berhasil dirangkai, semakin baik nilainya.

Advertisements