Beberapa dari Tulus

Ibu mencintai anaknya. Anak menggantungkan mimpi lebih tinggi dari langit. Ibu ingin anak bahagia. Anak ingin ibu bangga. Satu-satunya cinta yang murni dan masih ada, adalah empat kalimat yang baru saja kamu baca. Mungkin.

*

Bersenang-senanglah, karena waktu kita terbatas. Bersedihlah dengan batas ruang yang kita buat sempit. Jangan beri dia tempat yang luas. Dia pembunuh.
*

Nona

Banyak hal yang tidak akan pernah berubah darimu, nona.

Membangun mimpi untuk kelak kami runtuhkan sendiri.

Memberi kebahagiaan dan membuat kami takut saat kamu hilang.

Melembutkan kerasnya pikiran, saat kami sangat ugal-ugalan.

Seperti pergi, tapi sebenarnya tetap di sana dan membuat kami tidak akan pernah lupa.

Menjadi figur yang berharga dan kami jaga.

Menjadi harapan satu-satunya, saat ada nyawa lain yang kami harapkan hadir.

Memberikan begitu banyak sudut pandang, saat membuka matapun kami tak sanggup.

Lebih dari sekedar logam mulia, lebih dari sekedar tumpukan angka-angka.

Kamipun tau, jauh di dalam hati nona, kami juga punya tempat yang sama. Nona hanya lebih memilih diam. Nona enggan sering memuji.

Nona ingin kuat.

Nona takut bila kami tinggalkan.

**

Semua ditulis Tulus. Salah seorang musisi yang saya kagumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s