Tentu Saja ini Fiksi

Tahun 1966 aku lahir. Dulu, aku baik-baik saja. Sampai saat umurku duapuluh, aku mendengar suara-suara dalam tidurku. Tentu itu mimpi.

Suara itu terus mengganggu. Aku takut tertidur karena suara itu selalu muncul. Pada akhirnya, aku memilih tidak tidur. Berusaha terjaga saat malam datang.

Malam pertama aku tertegun, ternyata suara itu bukan suara mimpi. Aku mendengarnya saat terjaga. Suara itu sepertinya dari pohon Jati di belakang rumah.

Esoknya, aku menebang pohon itu. Banyak ayat suci kubaca. Semua telah sesuai dengan anjuran kyai.

Dugaanku keliru suara itu justru selalu muncul. Setiap saat tanpa jeda.

Ia menginginkan aku memotong satu kakiku. Aku turuti.

Ia menginginkan aku memotong tangan kiriku. Aku turuti.

Ia menginginkan aku mengiris daun telingaku. Aku turuti.

Ia menginginkan aku mencukil dua mataku. Aku turuti.

Sampai ia menginginkan aku mengakhiri hidupku. Aku tidak turuti. Aku tahu dia bukan suara Tuhan dan ajalku bukan di tangannya.

Biarlah suara itu mengangguku.

Advertisements

2 responses to “Tentu Saja ini Fiksi

Comments are closed.