Meet The People: Dina Adhi Sayekti, Mahasiswa Hubungan Internasional UMY

Ariesusduabelas berbincang dengan Dina Adhi Sayekti, seorang mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

*

Dina Adhi Sayekti, pernah tanya orangtua apa arti nama itu?

Pernah tanya tapi mereka jawabnya rada lupa dan kebingungan, mungkin karena kepanjangan kali ya. Katanya Dina itu gabungan nama orang tua, Adhi artinya adik (menurut orangtuaku sih), dan Sayekti artinya nama yang baik. Kesimpulannya ya yang penting semoga jadi lebih baik gitu ya.

Masuk di jurusan Ilmu Hubungan Internasional sudah dari awal diniatkan apa sebelumnya ada jurusan lain yang diminati?

Sebelum akhirnya memilih prodi HI jujur saja belum ada prodi yang membuat saya tertarik. Ya mungkin karena saya tidak begitu aktif mencari lebih banyak informasi, dan saya daftar ke PTN dan PTS di Jogja memilih prodi yang sama dengan kakak saya dan pacarnya (jujur). Dan itu pun tidak hanya sekali tes langsung keterima tapi dua kali baru diterima. Tapi mungkin karena hanya ikut-ikutan makanya tidak sreg sama hati mungkin. Berkat seorang guru yang begitu menginspirasi dan membuka pikiran saya dan the power of kepepet, saya mantap untuk memilih prodi HI.

Apa cita-cita kamu?

Cita-cita pengen sukses dunia dan akhirat tentunya. Tidak dipungkiri karena di prodi HI pasti ingin bercita-cita menjadi seorang Duta Besar (Ambassador), Menteri Luar Negeri dan lain-lain. Yang pastinya bisa bekerja di luar negeri dan keliling dunia. Tapi untuk saat ini setelah saya sudah setahun lebih dan memasuki semester 3 ini, yang ada dipikiran saya, saya bercita-cita suatu hari ingin bekerja di KOMNAS HAM, tapi ya kalo bisa jadi Dubes sih. Dan pastinya bisa membahagiakan orang tua. Amin.

Siapa tokoh idola kamu, dan kenapa mengidolakannya?

Banyak sekali tokoh idola yang saya idolakan sampai lupa nama mereka. Contoh besarnya saja Nabi Muhammad SAW, Thomas Alfa Edison, Albert Einsten, Ridwan Kamil, dan masih banyak tokoh dunia dan para aktifis lainnya. Kenapa? Karena menurut saya perjuangan mereka yang benar-benar dari bawah ya maksud saya yang awalnya bukan siapa-siapa menjadi orang penting dan berjasa. Yang awalnya mereka dianggap aneh, idiot, orang gagal dan dicemooh lainnya, tapi mereka terus bertekad dan tidak menyerah untuk meraih apa yang mereka inginkan dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Dan ya memang penemuan, ilmu, jasa mereka diakui lingkungan nasional bahkan internasional.

Apa saja organisasi kampus yang kamu ikuti?

Sejauh ini belum ikut organisasi apapun. Bukan karena tidak mau tapi sudah ditolak berkali kali. Insya Allah semester ini saya ingin lebih berusaha untuk masuk organisasi lagi. Mungkin suatu hari takdir saya seperti tokoh dunia dan aktifis yang awalnya gagal tapi akhirnya berhasil dan sukses ya.

Tanpa buka Google, apa isu internasional akhir-akhir ini?

Tanpa wifi juga saya kudet sekali karena keterbatasan kuota. Maklum anak kosan. Yang terakhir kali saya baca di sosial media tentang perang saudara yang terjadi di Suriah yang mengakibatkan banyak korban jiwa apalagi ada yang tayangan video dan foto seorang anak yang menjadi korban bom ledakan duduk di dalam mobil ambulans yang sedang menyeka darah segar yang keluar dari kepalanya. Sangat miris sekali kan.

Bayangkan kamu jadi duta besar, kira-kira di negara mana? Kenapa?

Jangan dibayangkan tapi diperjuangkan, dan jangan cuma ngomong tapi dibuktikan. Semoga jadi duta besar! Amin. Berdasarkan info yang saya dengar jika menjadi duta besar pasti awalnya akan ditugaskan di negara yang entah berantah, maksudnya saya ya seperti di negara-negara berkembang seperti di benua Afrika dan setelah beberapa tahun barulah ditempatkan di negara-negara maju seperti di benua Eropa atau negara-negara maju yang sebagian berada di Asia. Jadi intinya kita ditugaskan di negara-negara yang sulit mungkin untuk mengasah kemampuan kita juga dan setelah hampir tua mungkin baru ditempatkan di negara-negara yang maju untuk menikmati hasil dari jerih payah selama ditempatkan di negara kecil.

Kalo saya sendiri pengennya di Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, karena negara-negara tersebut merupakan negara maju dan jujur saya menginginkan di negara tersebut karena dari menonton film, kartun, komik, maupun novel, dan tentu saja internet.

Punya budaya yang kamu suka dari negara lain?

Ya pasti ada karena setiap negara punya budaya yang menarik dan unik dan mempunyai makna tersendiri.

Kalau dari Indonesia?

Kalau yang dari Indonesia yang utamakan dari daerah saya sendiri yaitu Pacitan. Misalnya Mantu Kucing dan Ceprotan dari Pacitan, keduanya merupakan upacara adat yang intinya untuk meminta hujan setelah musim kemarau yang panjang. Kemudian ada Tari Bedoyo Ketawang yaitu yang jumlah penarinya ada 9 orang yang konon ada seorang gaib yang akan menggenapi dalam tersebut yaitu Nyi Roro Kidul sendiri dan para penarinya harus lah masih seorang gadis.

Dalam tiga kata, lukiskan kamu itu seperti apa?

Menurut teman-teman saya, saya itu orangnya labil, easygoing, dan terlalu on time.

Menurut kamu, sosial media itu penting atau tidak?

Sangat penting sekali. Karena di saat anak kosan tidak ada TV ataupun radio di kosan dan jadwal padat, sosial media sangat membantu para mahasiswa untuk mengakses informasi. Di samping ada efek negatif dari sosial media, pasti ada efek positifnya tergantung masing-masing individu mem-filter informasi tersebut.

Ada berapa aplikasi sosial media di handphonemu saat ini?

Jujur saja ada banyak, seperti BBM, Line, Instagram, Gmail, dan beberapa sumber berita online.

Punya pengalaman tidak menyenangkan selama kuliah?

Ya pasti ada. Tapi yang tidak menyenangkan ketika kita merasa sendirian dan tidak punya teman untuk bersosialisasi apalagi untuk sekedar bercanda tawa karena kita terlalu malu atau berprasangka buruk untuk mulai berkenalan terlebih dahulu.

Menurut kamu, UMY itu kampus yang gimana?

UMY Muda Mendunia, Unggul dan Islami. Hahaha.

10 tahun ke depan kamu akan jadi apa?

Jangan jauh-jauh menanyakan untuk 10 tahun ke depan, karena untuk 3 atau 2,5 tahun setelah lulus kuliah saja masih bingung akan jadi apa nantinya. Yang terpenting berdoa dan berusaha untuk memperjuangkan dan meraih cita-cita yang telah saya tulis di atas tadi. Amin. Sukses dunia dan akhirat.

*

Advertisements

7 responses to “Meet The People: Dina Adhi Sayekti, Mahasiswa Hubungan Internasional UMY

  1. Semangat kakak! Kakak pasti bisa. Jangan ragu ya. Langsung srobot aja kalo ada kesempatan datang! God bless kakak jombs :):):)

    Like

Comments are closed.