Fase Tidak 100% Percaya Tuhan

Semasa kecil, keyakinan saya terhadap agama tumbuh berkembang. Tentu saja, dorongan utama masa itu adalah teman-teman yang juga mengaji.

Mulai SMA ke atas, keyakinan itu perlahan runtuh. Tapi masih ada.

Apakah Tuhan ada?

Jujur saja. Saat ini saya tidak yakin 100% Tuhan itu ada. Dan menurut saya, masing-masing orang memiliki sekian persen keyakinan apakah Tuhan yang kita sembah itu ada.

Masing-masing kita pasti pernah bimbang dengan pertanyaan itu: apakah Tuhan benar-benar ada? 

Yang tidak mungkin terjawab 100% tanpa kejanggalan. Dengan Ilmu Pengetahuan. Tanpa sesuatu yang terkesan mistis, atau khayal. Bisa dibuktikan secara rasional.

Padahal, dalam setiap agama, apapun itu, pasti ada kadar untuk irasional.

*

Saya membaca banyak kisah tentang perjalanan keyakinan individu terhadap agama. Kisah itu berasal dari beberapa agama, dan yang non-agama.

Intinya satu: setiap individu dalam kisah-kisah itu pernah mengalami fase di mana ia bimbang dalam hidup, lalu ia mencari dengan susah payah sesuatu yang meyakinkannya. Beberapa mendapat ‘ilham’ itu secara langsung.

Lalu kepercayaan mereka bertambah. Mereka 100% dengan keyakinannya.

Yang beragama merasa yakin mereka bisa merasa Tuhan itu ada melalui agamanya.

Yang non-agama, yakin dengan keyakinannya bahwa kita tidak butuh agama.

Nah, saya sedang di fase itu: bimbang. Beberapa kali.

Tapi kadar bimbang itu tidak sebesar keyakinan saya. Makanya saya masih melakukan apa yang menjadi kewajiban saya sebagai umat salah satu agama.

Tentu ada hal yang harus dimengerti. Menjalani ‘ritual agama’ tapi ada ‘kebimbangan’ tidak akan menyenangkan lagi.

Kita melakukan ‘ritual agama’ ya karena kita harus melakukan. Masalah tidak ada hati dan jiwa kita di sana, ya bodoamat.

*

Kata banyak orang, waktu akan menjawabnya.

Saya menanti waktu itu. Harapannya keyakinan saya terhadap agama kembali 100%.

Tak mengapa di fase bimbang. Selama masih keadaan masih aman terkendali.

Maksutnya, tidak seperti kisah-kisah yang saya baca. Yang bagi saya, perjalanan mereka mendapatkan kembali keyakinannya sangat berat.

Ada yang lewat perang dunia dua. Lewat kecelakaan di pesawat. Lewat kelaparan dahsyat dalam kemiskinan yang panjang. Lewat siksaan. Blasphemy. Lewat sakit maha kronis. Lewat masa-masa gelap dalam hidup.

Tidak. Saya tidak mau melewati fase berat semacam itu. Pundak saya belum kuat.

Semoga tidak.

Lalu, Apakah Tuhan ada? Jika ada, dimana? Sedang apa? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?

Eh..

Advertisements

10 responses to “Fase Tidak 100% Percaya Tuhan

  1. Haha endingnya dibikin lucu dan emang lucu. Kalo diagamaku sih aku ngenalnya sebagai masa pergulatan. Wajar juga sih, masa pergulatan itu dan aku juga pernah ngalamin. Dan kupikir setiap perkembangan manusia pasti akan mengalami fase itu, Menurutku gitu sih. Jadi tenang kamu nggak sendiri. Ciao.

    Like

  2. Aku juga pernah sempat ada di fase di mana aku mmpertanyakan, Tuhan itu beneran ada apa gak sih.. Tapi kebenaran ttg adanya Tuhan atau gak, terjawab dengan sendirinya yakni ketika ksaya berkata gak mungkin tpi ternyata ada keajaiban yg membuatnya mungkin.

    Iya, kamu ga sendiri soal ini 😀 😀

    Like

  3. Coba baca2 filsafat. Ntar pasti bakalan lebih yakin dengan agama yang dianut. Karena filsafat mampu merasionalkan hal2 yang tidak masuk akal.

    Like

  4. logikanya kalau Tuhan gak ada, mungkin alam semesta ini juga gak ada. Itu aja sih kalo saya. Saya malah sebaliknya, saya menganggap bahwa ilmu pengetahuanlah yang gak bisa membuktikan segala sesuatunya secara rasional. Bagaimana alam semesta ini bisa terjadi? teori bigbang saja tidak cukup untuk membuktikan, begitu teraturnya alam ini bekerja, siapa lagi ? kalau bukan pekerjaan Tuhan. Teori Darwin juga gak masuk akal. Sejak kecil bahkan saya gak setuju dengan charles darwin yang katanya manusia adalah hasil evolusi dari kera. What the hack ?!!! Yang saya tahu manusia itu ciptaan Tuhan. manusia ya manusia, kera ya kera. Dan manusia adalah ciptaan yang paling mulia diantara semua ciptaan. Masa mau kita (manusia) disamakan sama kera? *LOL
    Dan kalaupun teori evolusi itu bener. Lalu kenapa kera-kera yang sekarang gak pada berevolusi lagi?? it doesn’t make sense, right?. Dan kalau manusia adalah hasil evolusi dari kera, harusnya sampai sekarang manusia juga masih bisa berevolusi. Jadi makhluk apa gitu? *LOL. Tuhan itu dipercaya pakek iman, bukan otak. Pikiran manusia, gak mampu menyelami pekerjaan Tuhan. Kalau anda mengaku punya iman, apakah anda sendiri tahu definisi iman itu?. kalau tahu mungkin anda gak akan mempertanyakan ” Apakah Tuhan itu ada?. ” Yes you’re not alone ’bout that. But may be i’m the only one ’bout this.

    Like

  5. @ignna: Hehe. Iya.

    @penulismalas: Saya juga mau tuh, miracle. Seperti, tiba-tiba di bawah kasur ada uang sekian miliar.

    @shiq4: Saya kecil baca filsafat. Nietszche, Plato, Kant, Confucius. Tapi ya baca doang. Hahaha.

    @lullabiesland: Iya. Di atas saya sudah menulis, kalau beragama tidak bisa hanya berdasar rasionalitas. Pasti ada unsur irasionalnya. Ya itu yang saya pertanyakan.

    Saya pernah melihat cara orang atheis meyakini bahwa alam semesta ini tercipta dengan sendirinya. Percobaan itu simpel, hanya berupa apel yang dimasukkan ke toples yang ditutup rapat. Yang terjadi, di apel itu hidup belatung. Dari situ awal mula kehidupan.

    Jujur saja, saya juga tidak percaya kalau Tuhan itu tidak ada. Pasti ada kekuatan besar yang menciptakan alam semesta ini.

    Like

  6. Tapi ya tetep aja, alam semesta ini gak sesimpel apel yang di dalam toples itu. belatung tuh kan bayi” lalat, alias calon” lalat. yah kemungkinan besar sebelum dimasukin toples, tuh aple udah di hinggapi sama induk lalat, trus pas dimasukin toples, bayi”nya mulai pada keluar dehh semuanya, soalnya pada panik, gak ada oksigen. hehe… yekali belatung muncul sendiri.

    Like

  7. Teori Darwin juga gak masuk akal. Sejak kecil bahkan saya gak setuju dengan charles darwin yang katanya manusia adalah hasil evolusi dari kera.

    Emm, Darwin gak pernah bilang begitu sayangnya. Tapi ya sudahlah.

    ***

    Tentang “menemukan Tuhan”, setiap orang punya fasenya sendiri sih, ada yang menjadi 100% yakin, ada pula yang menjadi 100% tidak yakin.

    Mas gak sendiri kok soal ini, banyak sekali yang mengalami.

    Like

  8. Belajar mengenali diri sendiri, belajar mengenali lingkungan sekitar, belajar mengenali alam semesta, semoga nanti akan ketemu sendiri jawabannya, adakah Tuhan?

    Masih rasionalkah agama yang ada di dunia ini? Agama manakah yang sangat rasional dengan konsep ketuhanannya?

    Semoga berhasil proses pembelajarannya … #believe

    Liked by 1 person

  9. 100 toples yang tertutup rapat dengan apel didalamnya akan menghasilkan hal yang sama ‘hidup belatung’, itulah ‘keteraturan’ dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Sehingga bagi saya ini bukti bahwa yang Maha Mengatur itu ada 🙂

    Dan saya pun pernah mengalami fase ini..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s