Bank Sampah Bernilai Ekonomis

Sikap warga Kota Makassar dalam memperlakukan sampah patut ditiru. Sampah yang dianggap sebagian besar orang sebagai musuh justru mereka jadikan harapan untuk menambah penghasilan. Melalui ‘bank sampah’ yang mereka bentuk, Kota Makassar juga mendapatkan manfaat sebagai kota terbersih.

Makassar

Awalnya unit bank sampah itu muncul sebagai inisiatif dari masyarakat yang didampingi Yayasan Peduli Negeri. Namun, ketika bank sampah mulai berjalan, muncul sejumlah kendala yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Untuk mengatasinya, Pemkot Makassar membentuk bank sampah pusat yang mengumpulkan sampah dari unit bank sampah di kelurahan dengan harga pasti serta dilengkapi sarana transportasi yang langsung menjemput sampah unit di kelurahan.

Saat ini tercatat sebanyak 165 unit bank sampah aktif di Kota Makassar dengan jumlah nasabah mencapai 16.010 orang. Tidak kurang uang pemkot sebesar Rp. 500 juta per tahun berputar di sini.

Untuk memudahkan nasabah, aplikasi timbangan daring diterapkan sehingga jumlah lokasi dan nilai sampah yang akan dijual dapat segera diinformasikan ke bank sampah pusat. Dengan diberlakukannya sistem itu, pengolahan sampah bisa lebih efektif dan efisien.

Note: Koran Media Indonesia edisi 2 Februari 2016.

Advertisements